Asep Hendro, salah satu pria yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan pengusaha otomotif. Sehari setelah penangkapan, showroom AHRS miliknya masih beroperasi seperti biasa.
Pantauan detikcom, Rabu (10/4/2013), sekitar pukul 09.00 WIB, bengkel dan showroom AHRS yang beralamat di Jalan Tole Iskandar No 162, Depok Timur sudah buka.
Terlihat sejumlah karyawan bekerja seperti biasa. Ada yang menata barang-barang di outlet, ada juga yang bersiap di bengkel yang sudah dipadati motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aktivitas kantor masih berjalan," ujar salah seorang pegawai bernama Endang saat ditemui detikcom.
Showroom yang dibuka sejak tahun 2007 ini beroperasi dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Lebih lanjut, Endang mengaku, dirinya dan sejumlah karyawan terkejut saat mendengar kabar penangkapan bos mereka, Asep Hendro, oleh KPK.
"Orang dengar ada KPK, karyawan pada kaget semua, apalagi orang-orang di sini orang biasa, bukan orang intelek," ucapnya.
Demikian halnya mengenai kasus yang menjerat sang bos, Endang mengaku sama sekali tak tahu menahu dan tidak menyangka. Namun mengenai sosok Asep Hendro di mata karyawan, Endang menilai sang bos terlihat biasa saja.
"(Sosoknya) Biasa aja, ya macem pembalap, nggak ada yang istimewa," tuturnya.
Asep Hendro bersama dengan 3 orang lainnya ditangkap KPK pada Selasa (9/4) sore, terkait kasus suap. Ketiga pria lain yang ditangkap, yakni seorang pegawai pajak bernama Pargono Riyadi, yang tertangkap tangan menerima suap.
Kemudian seorang pria bernama Rukimin Tjahyanto yang diduga menjadi kurir suap dan seorang pria yang disebut-sebut manajer AHRS, yang ditangkap di Bandung, Jabar. Pria terakhir ini baru tiba di gedung KPK, pada Selasa (9/4) jelang tengah malam.
(nvc/mad)











































