Geledah Showroom Asep Hendro di Depok, KPK Sita Sejumlah Tas

- detikNews
Rabu, 10 Apr 2013 01:08 WIB
Dua pria yang ditangkap KPK di Stasiun Gambir (dok. detikcom)
Depok - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi showroom milik pengusaha otomotif yang ditangkap terkait kasus suap. Setelah melakukan pemeriksaan di dalam showroom selama 1 jam, penyidik KPK tersebut membawa keluar sejumlah tas.

Sekitar 6 penyidik KPK terlihat mendatangi showroom tersebut, Selasa (9/4), sekitar pukul 23.00 WIB. Showroom milik PT Asep Hendro Racing Sport atau yang biasa disebut showroom AHRS ini beralamat di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok.

Keenam penyidik tersebut langsung memasuki showroom yang hanya dijaga oleh seorang satpam. Sekitar 1 jam kemudian, detikcom melihat keenam penyidik tersebut keluar dari dalam showroom dengan membawa sejumlah barang.

Ada sekitar 4 tas yang dibawa penyidik, mulai dari travel bag hingga tas koper yang berukuran lebih kecil. Keenam penyidik KPK tersebut langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi.

Sementara itu, pantauan detikcom, showroom yang berukuran cukup besar tersebut terlihat sepi usai penggeledahan. Sekitar 30 menit setelah penyidik KPK pergi, datang sebuah mobil box yang langsung memasuki halaman showroom yang cukup luas. Namun dua orang yang ada di dalam mobil hanya keluar sebentar dan mengobrol dengan satpam, sebelum akhirnya pergi meninggalkan showroom.

Showroom AHRS ini diketahui khusus menjual suku cadang dan aksesoris sepeda motor, terutama untuk balap. Showroom ini cukup luas dan terlihat megah dengan arsitektur modern.

Selasa (9/4) malam, showroom ini tampak sepi dan hanya dijaga seorang satpam. Saat ditanya soal kedatangan KPK, satpam tersebut enggan berkomentar banyak.

Total sudah ada empat orang yang diperiksa terkait proses penangkapan pada Selasa (9/4) sore. Mereka adalah seorang pegawai pajak bernama Pargono Riyadi, yang tertangkap tangan menerima suap. Kemudian seorang pria bernama Rukimin Tjahyanto yang diduga menjadi kurir suap.

Lalu Asep Hendro, yang memiliki sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan otomotif bernama AHRS. Yang terakhir, seorang pria yang belum diketahui identitasnya, yang ditangkap di Bandung, Jabar. Pria terakhir ini baru tiba di gedung KPK, pada Selasa (9/4) jelang tengah malam.

Keempat pria tersebut hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

(nvc/mad)