Pulang dari Aa Gym, 3 Mahasiswi Dibuang Perampok ke Citarum
Jumat, 08 Okt 2004 17:30 WIB
Bandung - Polres Bandung hingga Jumat (8/10/2004) sore masih melakukan penyisiran dan pencarian terhadap 2 korban penodongan, yang dibuang kawanan pelaku ke Sungai Citarum.Tiga orang mahasiswi yang baru saja usai mengikuti pengajian di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid yang dikelola Aa Gym di Geger Kalong Bandung, dirampok dan dibuang pelaku dari atas jembatan Sasaksaat, Desa Nanjung Marga Asih Kabupaten Bandung.Dari informasi yang berhasil dihimpun, tiga orang mahasiswi ini baru saja usai mengikuti pengajian Aa Gym di Ponpes Daarut Tauhiid hari Kamis (7/10/2004) tengah malam. Ketiganya adalah Ratih (19) warga Ciwidey Kabupaten Bandung, Desi (19) dari Sumedang dan Indah Rahayu (18) penduduk Ciparay Kabupaten Bandung. Mereka adalah mahasiswi Universitas Ahmad Yani, Bandung.Menjelang pukul 24.00 WIB, mereka berusaha mencari angkot di sekitar Jl Gatot Subroto Cimahi. Akhirnya melintas satu angkot jurusan Cimahi-Leuwipanjang dan ketiganya pun langsung ikut naik.Di atas angkot itu dikabarkan sudah ada 6 orang pria, 2 duduk di depan dan 4 lainnya di belakang. Baru saja berjalan beberapa ratus meter, ketiga gadis malang ini tiba-tiba ditodong oleh kawanan pelaku ini dengan pisau. Uang, perhiasan dan tas yang dibawa ketiganya pun dirampas kawanan ini.Tak cukup dengan itu, ketiganya kemudian diikat dengan kerudung yang dikenakannya, sementara angkot itu terus melaju. Di jembatan Sasaksaat, yang membentang di atas Sungai Citarum, tepatnya di desa Nanjung Marga Asih Kabupaten Bandung itu, dengan sadisnya mereka mendorong ketiga gadis malang itu ke dalam sungai.Indah Rahayu mungkin masih beruntung, karena ikatan tangannya berada di depan, di kegelapan malam itu dia bisa melepaskan dirinya. Sementara 2 temannya lagi, kemungkinan karena tangannya diikat ke belakang kesulitan melepaskan diri.Indah yang berhasil melepaskan diri, akhirnya ditemukan warga pada pagi harinya dan kemudian diantar untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi. Saat ini, Indah mendapatkan perawatan di RS TNI AD Dustira Cimahi untuk mengobati luka-lukanya dan shock yang dideritanya. Dua temannya lagi, masih belum berhasil ditemukan.Kapolres Bandung AKBP Irwanto ketika dikonfirmasi detikcom membenarkan adanya laporan kejadian ini. "Anggota saya sudah bergerak untuk mengejar pelaku. Identitasnya sudah diketahui. Anggota yang lain, masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari 2 korban lain," tuturnya.Kapolres masih belum bersedia menjelaskan detil penyelidikan yang dilakukan anggotanya. Soal kesulitan mencari 2 korban lainnya, dituturkannya bahwa banyak kemungkinan yang terjadi. "Kalau dilihat air sungainya sekarang, sebetulnya sedang surut dan tidak terlalu dalam. Tapi nantilah, yang jelas sekarang anggota saya dibantu warga masih terus melakukan pencarian," katanya.Sementara itu, Humas Ponpes Darut Tauhid M Arif ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. "Kami juga sedang mencari informasi yang lebih lengkap yang menimpa jamaah kami. Ketiganya bukan santri yang mondok di pesantren, tetapi jmaah yang memang suka mengikuti kegiatan pengajian di Daarut Tauhiid," tuturnya.
(nrl/)











































