Jenderal TNI Ryamizard Pegang 3 Jabatan Strategis
Jumat, 08 Okt 2004 17:25 WIB
Jakarta - Baru dalam sejarah TNI. Dengan mundurnya Jenderal Endriartono Sutarto, maka kini Jenderal Ryamizard Ryacudu otomatis memegang 3 jabatan strategis. Selain sebagai KSAD, Ryamizard menyandang Panglima TNI dan Pangkostrad. Tugas-tugas pangkostrad dilimpahkan kepada Ryamizard setelah Letjen Bibit Waluyo diberhentikan pada Selasa (28/92/2004). Bibit diberhentikan, karena sudah memasuki pensiun. Agak aneh, karena pemberhentian Bibit saat itu, belum ada penggantinya. Karena itu, setelah ditinggalkan Bibit, tugas-tugas pangkostrad dipangku Ryamizard sebagai KSAD. Baik Ryamizard maupun Bibit saat itu menilai, suksesi jabatan Pangkostrad itu merupakan hal yang wajar saja, tidak terkait dengan politik atau rivalitas di tubuh TNI. Saat menerima tugas-tugas Pangkostrad, Ryamizard menjanjikan pengganti Bibit akan segera ditentukan. Namun sampai Jumat (8/10/2004), sepuluh hari setelah Bibit diberhentikan, belum ada juga nama perwira tinggi yang ditunjuk sebagai pangkostrad. Artinya, Ryamizard masih juga mengemban tugas-tugas sebagai Pangkostrad. Dan hari ini juga, beban yang dipikul Ryamizard makin berat saja. Pasalnya, Presiden Megawati memberhentikan Endriartono Sutarto dari panglima TNI. Tarto diberhentikan karena sebelumnya telah mengirimkan surat pengunduran diri. Surat pemberhentian Tarto dari Presiden Megawati itu juga sudah disampaikan kepada DPR. Dan menurut Ketua DPR Agung Laksono, DPR menyetujuinya. DPR juga menyetujui pengangkatan Ryamizard sebagai panglima TNI sementara.
(asy/)











































