Kepulauan Seribu Tercemar Lagi
Jumat, 08 Okt 2004 17:14 WIB
Jakarta - Kawasan perairan Kepulauan Seribu tercemar minyak mentah lagi, sebelumnya hal yang sama sudah terjadi sebanyak empat kali. Sayangnya, hingga kini belum diketahui sumber pencemaran.Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Kosasih Wirahadikusumah dalam jumpa pers di Balai Kota Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2004)."Tumpahan minyak mentah yang ditemukan pada 1 Oktober itu merupakan yang kelima. Gumpalan minyak mentah tersebut datang dari arah barat laut Kepulauan Seribu," ujarnya.Sejauh ini ada dugaan yang mengarah pada kebocoran pipa-pipa minyak bawah laut milik China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) dan British Petroleum (BP). Selain itu juga tumpahan minyak akibat bongkar muat pada rig di pengeboran atau kapal-kapal tanker, juga kapal-kapal tanker yang keluar masuk Balongan (70 kapal tanker rata-rata setiap hari), dan kemungkinan dari transaksi minyak ilegal di lepas pantai.Sementara itu, Pemda DKI telah menerima sejumlah keluhan dari kelompok masyarakat yang merasa dirugikan oleh pencemaran. Antara lain 20 kelompok budidaya ikan kerapu, 60 kelompok budidaya rumput laut, 100 kelompok nelayan Pancing, Jaring Panjang, dan Moroami Kecil (Panci). Akibat pencemaran ini 7,7 hektar ekosistem mangrove rusak, penyu sisik yang bertelur ke pantai berkurang 50 persen, tingkat hunian di Pulau Resor Bira menurun sebanyak 70 persen."Jumlah kerugian dalam bentuk angka belum bisa dirumuskan. Kasus ini adalah kasus ke lima yang terjadi di Kepulauan Seribu. Dibandingkan kasus pertama hingga ke empat kasus ini dua kali lipat," lanjut Kosasih.Kasus pertama ditemukan 28 November 2003, ke dua 24 april 2004, ke tiga 2 Mei 2004, ke empat 5 Mei 2004, dan yang ke lima 5 Oktober 2004.
(dit/)











































