Mega Minta Dibuat Aturan Menteri Calonkan Diri Jadi Capres
Jumat, 08 Okt 2004 15:15 WIB
Jakarta -
Presiden Megawati Soekarnoputri mengusulkan adanya aturan perihal anggota Kabinet yang mundur sebelum masa jabatan berakhir, kemudian mencalonkan diri menjadi Capres atau Cawapres. Demikian dikemukakan Sekjen PDIP Sutjipto, usai bertemu dengan Megawati di kediaman pribadi Mega Jl Kebagusan IV Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2004) siang."Ibu tadi menyampaikan soal kabinet. Misalnya, adakah aturan yang mengatur seperti pencalonan (SBY-JK) kemarin, anggota kabinet mencalonkan diri menjadi Capres Cawapres sehingga kabinet kosong di akhir masa jabatan. Ibu bilang ini bisa diatur dimana di Undang-undang (UU) Susduk atau UU Pemilu, itu yang jadi perhatian beliau," kata Sutjipto.Lebih lanjut lagi Sutjipto mengatakan, Mega ingin ada peraturan yang mengatur secara detil masalah ini. "Artinya begini, kalau para menteri mencalonkan harus dalam waktu yang cukup, sehingga tidak mendadak. Kalau kurang seminggu (Dari akhir masa pendaftaran capres) menarik diri dari kabinet sehingga ada kekosongan di kabinet, ketentuan memang tidak melarang, meski dicalonkan. Tapi prosesnya harus jelas," tegasnya.Untuk itu, Mega mengusulkan ada jarak waktu enam bulan sebelum masa akhir jabatan seorang Menteri jika mau mengundurkan diri dari jabatannya. "Ibu Mega mengusulkan paling tidak enam bulan sampai satu tahun, yang bersangkutan harus melapor jika mencalonkan diri menjadi Capres (secara otomatis mengundurkan diri)," Sutjipto berujar.Selain membicarakan masalah kabinet, Sutjipto juga menyampaikan laporan tertulis proses pelaksanaan Pemilihan Ketua DPR dan MPR kepada Mega. Mengenai dua orang yang tidak datang pada pemilihan Ketua DPR/MPR, menurut Sutjipto akan diproses sesuai aturan main karena tidak ada izin. Dalam kesempatan itu, Sutjipto mengaku melaporkan DPD PDIP tidak terpengaruh dengan tindakan Kwik Kian Gie yang menginginkan sejumlah fungsionaris PDIP mundur. "Kita juga melaporkan reaksi DPD DPD PDIP tidak terpengaruh dengan gerakan Kwik dan kawan-kawan. Kita menjaga jangan sampai terkesan termakan oleh niatan saling berantem," demikian Sutjipto.
(dit/)










































