Pemilu Australia Besok, Howard Diperkirakan Menang Lagi

Pemilu Australia Besok, Howard Diperkirakan Menang Lagi

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2004 15:02 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard diperkirakan akan kembali memenangkan pemilu di negeri Kangguru yang akan digelar Sabtu (9/10/2004) besok. Meski selama masa kampanye, rival Howard, Mark Latham dipandang sebagai pemenang oleh para analis berkat performanya yang mengesankan. Latham banyak melancarkan kritikan tajam terhadap Howard selama enam pekan masa kampanye. Sementara PM Howard kebanyakan memilih bersikap defensif menghadapi serangan-serangan pemimpin oposisi itu. Demikian menurut seorang pengamat politik Universitas New South Wales, Elaine Thompson.Para analis lain beranggapan bahwa saat-saat kampanye, Latham yang berusia 43 tahun itu telah menunjukkan kualitas dirinya sebagai politisi terkemuka di generasinya. Latham yang merupakan produk keluarga pekerja itu disebut-sebut telah menjadi PM alternatif yang kredibel. Meski begitu hasil sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa para pemilih Australia masih belum begitu mengenal Latham sehingga tidak yakin untuk menyerahkan kekuasaan negara pada dirinya, yang baru 10 bulan menjadi pemimpin oposisi. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (8/10/2004).Latham sendiri menyadari hal tersebut. "Ini pekerjaan mendesak, dan pada usia 43 tahun, saya harus mengatakan bahwa saya siap melakukannya," ujar pemimpin Partai Buruh itu.Beberapa hari lalu, para wartawan lokal menanyakan Latham apakah dirinya menganggap sebagai satu kehormatan jika memenangkan kampanye namun kalah dalam pemilu Sabtu besok. Disuguhi pertanyaan seperti itu, politikus muda tersebut sempat terdiam agak lama. "Hem, itu tidak akan begitu menyenangkan, iya kan?," ujar Latham. "Saya tidak tahu soal kehormatan... saya tidak menduga-duga hasil demokrasi," imbuh rival Howard itu.Howard diperkirakan akan menang tipis atas Latham dalam pemilu besok. Ini berarti ia akan kembali memegang jabatan PM untuk keempat kalinya. (ita/)


Berita Terkait