Adrian Waworuntu Kabur, Polri Mengaku Lalai

Adrian Waworuntu Kabur, Polri Mengaku Lalai

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2004 14:52 WIB
Jakarta - Tersangka pembobol BNI Adrian Waworuntu kabur. Polisi kecolongan? Lebih dari itu. Polisi mengaku telah lalai. Belum akan ada rencana pemeriksaan terhadap Brigjen Samuel Ismoko yang bertanggung jawab atas penyidikan kasus pembobolan BNI ini. Hal ini disampaikan Wakil Kabareskrim Irjen Pol Dadang Garnida usai di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2004). "ini bukan kecolongan lagi, tapi kelalaian," kata Dadang saat ditanya mengenai kaburnya Adrian Waworuntu. Berikut wawancara wartawan dengan Dadang: Apakah ada kemungkinan Direktur Ekonomi Khusus Brigjen Samuel Ismoko diperiksa? Itu kan internal, apakah sudah perlu, itu tergantung pimpinan. Pimpinan sedang keluar. Kita lihat perkembangannya. Apakah akan dipertimbangkan pemeriksaan itu? Memang belum muncul hal-hal seperti itu. Itu kan dari Anda saja. Ada hierarki ke atas. Ada Kabareskrim yang lapor ke Kapolri dan Kapolri yang memberi perintah. Kita lihat saja perkembangannya. Apakah Polri kecolongan? Ya, bukan kecolongan lagi, tapi kelalaian. Artinya, harus kita katakan jujur apakah ini kita terlalu cepat percaya atau karena kita memang dibohongi. Apakah ada deal-deal tertentu, sehingga Adrian bisa kabur? Mungkin saja ada deal-deal tetentu. Kita lihat saja nanti. Bagaimana teknis pemburuan terhadap Adrian?Ya tetap, kita lakukan pencarian. Pengacaranya kan bilang, ada di Kota Mubago, Sulawesi Selatan. Setelah kita cek, tidak ada. Lalu katanya sakit dan ada katerengan dari dokter, ternyata dokternya tidak pernah mengeluarkan itu. Ternyata surat dokter itu dipalsukan. Itu kan cara-cara yang tidak baik dari warga negara. Kita memberikan semacam excuse ke dia, kok dia seperti ini. Ini sama saja mengkhianati bangsa. Apakah pengacara Adrian akan ditahan? Kita lihat proses hukumnya. Jadi, kita jangan terlalu mudah menahan, tapi sejauh mana komitmen-komitmen pernyataan dari seorang pemgacara. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini