Bom KBRI Paris, SBY Imbau Kerja Sama Mega-Deplu-Intelijen
Jumat, 08 Okt 2004 14:30 WIB
Jakarta - SBY mengaku prihatin dengan peristiwa ledakan bom di KBRI Paris, Prancis. Presiden Mega diimbaunya untuk bekerja sama dengan Pemerintah Prancis, Deplu RI dan Intelijen."Pertama-tama saya sangat prihatin dan mengecam keras terjadinya aksi kekerasan di kedutaan besar kita di Prancis, jelas itu. Saya meminta pemerintah Prancis untuk menegakkan hukum dan melakukan perlindungan lebih lanjut terhadap WNI dan fasilitas resmi RI di sana."Demikian disampaikan Presiden terpilih 2004-2009 ini menanggapi peristiwa ledakan bom di KBRI Paris, Prancis, usai salat Jumat di Masjid Al Makruf Lapangan tembak Cibubur Jakarta Timur, Jumat (8/10/2004)."Saya memohon kepada Presiden Mega yang masih menjabat untuk segera bekerja sama dengan Pemerintah Prancis dan pihak-pihak internasional lainnya, yaitu kerja sama mengambil langkah yang tepat, baik itu dalam bidang diplomatik, politik, maupun hukum," ujarnya.Kepada pihak Deplu RI, pria bernama lengkap Susilo Bambang Yudhoyono ini meminta untuk segera mengambil langkah-langkah, terutama dalam penanganan para korban."Saya juga mengimbau pihak intelijen di dalam negeri untuk segera bekerja keras menguak adanya kemungkinan keterkaitan antara aksi teror di dalam negeri dengan yang terjadi di KBRI Paris," tukas SBY.Sebuah bom berkekuatan sedang yang diletakkan di bawah tiang bendera meledak di depan KBRI Paris, Prancis pukul 05.00 waktu setempat. Ledakan mengakibatkan 10 korban luka.
(sss/)











































