Ada Campur Tangan dalam Pemilihan Pimpinan DPRD Bali
Jumat, 08 Okt 2004 12:15 WIB
Jakarta - Anggota DPRD Bali dari Fraksi Kerta Mandala (F-KM) I Dewa Gede Bagus Badra merasa ditelikung Koalisi Kebangsaan, Badra batal menjadi Wakil Ketua DPRD Bali. Sebelumnya, F-KM yang terdiri dari anggota Partai Demokrat, Golkar, dan PPP telah sepakat memilih Badra sebagai Wakil Ketua DPRD Bali.Hal ini disampaikan Badra yang juga Ketua DPD Partai Demokrat di DPRD Bali Jl Dr Kusumaatmadja, Denpasar Bali, Jumat (8/10/2004). Badra ditanya wartawan apakah perpecahan di F-KM karena adanya campur tangan Koalisi Kebangsaan."Prediksi ada. Buktinya ada usulan dari F-KM beranggotakan tujuh orang yang dibangun oleh Koalisi Kebangsaan. Secara etika tidak wajar, barangkali itu sebagai upaya untuk mencapai tujuan," tegas Badra.Sebelumnya Badra mengakui F-KM membuat kesepakatan di atas materai untuk menjagokan dirinya sebagai salah satu Wakil Ketua DPRD Bali. Namun melalui voting intern F-KM, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana (F-PKPB) meraih enam suara, Badra hanya lima.Sementara itu, hari ini dilangsungkan Pemilihan Pimpinan DPRD Bali. Secara aklamasi 55 anggota DPRD memilih Ida Bagus Putu Wesnawa dari F-PDIP sebagai Ketua DPRD Bali. Wakil Ketua IGK Adi Putra (F-PG), IBG Suryatmaja Manuaba (F-PDIP) dan I Nyoman Purwa Ngurah Arsana (F-Kerta Mandala). Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Paripurna Pemilihan Pimpinan DPRD Bali di Kantor DPRD Bali Pimpinan DPRD Bali disetujui secara aklamasi setelah tiga fraksi, F-PDIP yang berjumlah 30 orang, F-PG 14 orang, dan F-KM 11 orang (Partai Demokrat (3 orang) PKPB (3 orang) PNI Marhaenisme (2 orang) PPP, PNBK, dan PPIB masing-masing 1 orang mengajukan paket pimpinan yang sama.Rapat paripurna berlangsung sekitar 30 menit mulai pukul 11.00 - 11.30 WITA dihadiri oleh 50 orang anggota dewan. Dari 5 orang yang tidak hadir 3 di antaranya adalah anggota FKM, Arina Saraswati Hardy dari (Golkar), Zubaidah Yohana (PPP), dan AA Mediastari (Demokrat).
(dit/)











































