Hidayat: Mega Legowo & Tidak Menghalangi Pergantian Pimpinan

Hidayat: Mega Legowo & Tidak Menghalangi Pergantian Pimpinan

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2004 11:57 WIB
Jakarta - Meski belum mengucapkan selamat kepada SBY-Kalla, Presiden Mega legowo dan tidak menghalangi terjadinya pergantian kepemimpinan nasional."Saya tidak melihat adanya suatu ekspresi atau ungkapan bahwa beliau menyesal, marah, menolak, atau ingin membuat langkah untuk menghalang-halangi terjadinya pergantian kepemimpinan nasional."Demikian kata Ketua MPR Hidayat Nurwahid usai menerima Dubes Arab Saudi Abdurrahman bin Abdul Anam di lantai 5 Nusantara III Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (8/10/2004)."Kemarin dari obrolan kami, beliau sudah menyampaikan, beliau legowo. Nantinya pada 19 Oktober 2004 sebelum pukul 24.00 WIB, beliau sudah akan sepenuhnya memahami benar telah terjadi pergantian kepemimpinan nasional," ujarnya.Ditanya perlu kah Mega mengeluarkan pernyataan mengucapkan selamat kepada SBY-Kalla, Hidayat mengingatkan kalau Mega sudah berali-kali menyampaikan kepada rakyat agar bisa menerima hasil Pilpres."Kemarin bahkan beliau menampilkan perilaku yang menunjukkan sudah legowo, karena proses demokrasi ini kan beliau juga yang sudah meletakkannya dengan baik," ucapnya."Salah satu yang menunjukkan ke-legowo-an itu juga adalah, beliau tidak mengajukan gugatan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi," kata Hidayat.Limbah PerseteruanRencana MPR ke depan, menurut Hidayat, tidak akan berada di luar UU yang membatasi. MPR akan menjadi lembaga yang akan menjadikan konstitusionalisme hadir dalam realita. Wewenang MPR sudah jelas, meski tidak sebesar yang sebelumnya. Tapi kalau dilaksanakan dengan maksimal, dapat menghadirkan konstitusionalisme.Menghadapi kubu-kubu yang bertentangan di MPR? "Bukan bertentangan, tapi fair play saja dan bisa diterima dengan baik. Pak Sutjipto dan Pak Agung Laksono sudah mengucapkan selamat kepada saya," katanya."Menurut saya, MPR ke depan bukan tempat limbah perseteruan, tapi justru penjembatan antara DPR dengan DPD, sehingga bisa bekerja sinergis. Jadi ke depan jangan memperpanjang logika perseteruan dan pengelompokan berdasarkan koalisi," ujar Hidayat.Dia mengingatkan MPR yang terdiri dari DPR dan DPD adalah wakil rakyat, dan rakyat tidak menginginkan adanya konflik. Karena ada beragam kepentingan politik, maka perlu adanya rekonsiliasi. "Saya berharap di MPR ini perbedaan-perbedaan itu bisa bermuara," katanya.Dubes ArabMengenai kedatangan tamu pertamanya sebagai ketua MPR, Hidayat menuturkan, Dubes Arab Saudi Abdurrahman bin Abdul Anam menyampaikan selamat kepada bangsa Indonesia, karena telah mampu memilih pemimpin yang baik di tingkat legislatif dan eksekutif."Ini diharapkan dapat membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis. Kedutaan Arab juga siap bekerja sama untuk meningkatkan kerja sama di bidang tenaga kerja dan diplomatik. Sehingga pola hubungan semakin menguatkan Indonesia di mata dunia," paparnya. (sss/)


Berita Terkait