Jelang Pemilu Afghan, Serangan Roket Hantam Kedubes AS

Jelang Pemilu Afghan, Serangan Roket Hantam Kedubes AS

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2004 11:11 WIB
Jakarta - Sehari menjelang pemilihan umum Afghanistan, situasi negeri bekas rezim Taliban itu kian mencekam. Serangan roket menghantam ibukota Kabul dekat Kedutaan Besar (Kedubes) AS dan misi-misi diplomatik lainnya, hari Jumat dini hari waktu setempat.Semua staf Kedubes AS langsung diperintahkan untuk berlindung di dalam bunker bawah tanah. Roket tersebut mengenai daerah parkir dekat pusat akreditasi media untuk pemilu. Serangan ini tidak menimbulkan kerusakan berarti ataupun korban jiwa.Demikian diungkapkan seorang juru bicara pasukan pemelihara perdamaian, Letnan Komandan Ken MacKillop. "Kami siaga dan tengah menyelidiki ini," ujarnya seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (8/10/2004). Pasukan AS dan Afghan bersenjatakan lengkap langsung dikerahkan untuk menutup jalan-jalan menuju kawasan diplomatik. Selain markas besar pasukan perdamaian International Security Assistance Force pimpinan NATO yang berkekuatan 9 ribu personel, misi diplomtik Jerman dan Pakistan juga berlokasi dekat Kedubes AS di Kabul.Sebelumnya, sebuah bom mobil meledak di depan perusahaan keamanan swasta AS pada 28 Agustus lalu. Insiden ini menewaskan 10 orang, tiga diantaranya warga AS. Personel AS yang tewas tersebut membantu melatih polisi anti-narkoba Afghan.Menteri Dalam Negeri Afghan Ali Ahmad Jalali mengatakan bahwa pasukan Afghan telah menggagalkan setidaknya 20 serangan dan menangkap lebih dari 100 orang sejak masa kampanye pemilu dimulai 7 September lalu. Namun para militan Taliban berhasil melancarkan lebih dari 60 serangan roket atau bom selama periode tersebut.Menurut Jalali, korban tewas selama masa kampanye berjumlah lebih dari 60 orang, termasuk 15 warga sipil, 19 personel keamanan dan 30 tersangka militan. Sedangkan enam tentara Afghan disandera kelompok gerilyawan.Pemilu pertama Afghan yang akan berlangsung Sabtu (9/10/2004) besok diperkirakan akan diikuti sekitar 10,5 juta pemilih. Pemilu ini dibayang-bayangi ancaman kelompok Taliban yang menyerukan akan menyerang siapa pun yang terkait atau ambil bagian dalam pemilu.Untuk mengamankan jalannya pemilu, pemerintah Afghan menempatkan lebih dari 100.000 personel keamanan. Termasuk 18.000 prajurit AS dan 9.000 anggota pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads