Saksi Ahli: Panitia Proyek Lab UNJ Melakukan Penyimpangan

Saksi Ahli: Panitia Proyek Lab UNJ Melakukan Penyimpangan

Ferdinan - detikNews
Kamis, 04 Apr 2013 14:14 WIB
Jakarta - Tri Mulyono disebut melakukan penyimpangan ketika memimpin proyek pengadaan laboratorium di Universitas Negeri Jakarta. Penyimpangan yang dilakukan ketua panitia pengadaan tersebut adalah tidak melakukan survei harga sesuai ketentuan.

"Kenyataan nampaknya panitia pengadaan tidak melakukan survei yang benar. Harga-harga itu jauh dari harga pabrikan," kata Kepala Bagian Hukum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa (LKPP), Raden Ari Widianto saat dihadirkan sebagai ahli sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (4/4/2013).

Menurut Ari, panitia pengadaan tidak mengecek harga barang berdasarkan harga yang dikeluarkan pabrikan atau agen tunggal. "Kami dapatkan untuk merek sama, tapi harga berbeda," sebutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Nasrul Wathon juga menyebut panitia pengadaan tidak menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) sesuai ketentuan yakni Kepres 80/2003. "Sumber-sumber harga dari rekanan yang menang," ujarnya.

"Ada juga ketidakfairan karena yang menawarkan 8 perusahaan dalam 1 kendali. Antar sesama peserta saling diatur," kata Nasrul.

Menurutnya Grup Permai menjadi pengendali proyek. Perusahaan pemenang lelang pengerjaan PT Marel Mandiri. "Secara nyata yang bertransaksi Grup Permai, PT Marel hanya alat, tapi tidak bertransaksi. Keterkaitannya dalam proyek hanya dipinjam dokumen," terang dia.

Pembantu Umum Rektor III UNJ Fahrudin dan Dosen UNJ Tri Mulyono didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan laboratorium tahun 2010. Dalam proyek ini, Fahrudin menjadi pejabat pembuat komitmen, sedangkan Tri sebagai ketua panitia pengadaan.

Kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai Rp 5,175 miliar.

(fdn/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini