Walau namanya tol yang identik dengan jalan bebas hambatan, kemacetan justru kerap terjadi di jalan tol yang dikelola PT CMNP itu. Data dari CMNP, tol Cawang-Pluit sudah melebihi kapasitasnya sehingga kerap macet.
"Kapasitas CMNP Tol Cawang sampai Pluit ada 18 gerbang, 54 gardu dan 250 ribu kendaraan per hari. Jadi sudah melebihi kapasitas. Idealnya 120 ribu kendaraan per hari," tutur Manajer Pemeliharaaan dan Pelayanan PT CMNP Bagus Medy Suwarso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah tersebut menyebabkan antrean kendaraan yang kurang dari standar jalan tol. Ditambah lagi dengan kendaraan berat yang melintas.
"Sebetulnya truk-truk ini overload. Hampir 70 persen sehingga akan menambah biaya pemeliharaan," kata Bagus.
Bagus mengatakan, overload telah menyebabkan meroketnya biaya pemeliharaan sampai 300 persen. Beberapa pekerjaan di lapangan betul-betul untuk penguatan struktur dan aspal jalan tol.
"Setahun tidak kurang dari Rp 100 miliar. Sebelumnya sekitar Rp 30-40 miliar," ungkapnya.
Walau overload, Bagus meyakinkan kondisi jalan tol Cawang-Pluit terjaga dengan baik. Setiap tahun jalan tol diperiksa kelayakannya.
"Hampir tiap tahun ada kajian termasuk rekomendasi pemeliharaan. Jalan CMNP itu masuk kategori I yang artinya masih bagus. Range 0 itu baru dibuka, range 3 sampai 4 itu perlu perhatian khusus," jelasnya.
Dalam acara yang sama, Kasat PJR Ditlantas Polda Metro AKBP AM Jazari meminta CMNP rutin mengecek pondasinya. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Mumpung belum, CMNP harus segera mengecek fondasinya. Jangan smapai jeblos rugi semuanya. Kalau ahlinya datang lalu dikatakan jangan ada kendaraan besar ya sudah," pesannya.
(gah/nrl)











































