Siswa Dipecat Jelang UN: Hamil, Berkelahi, Hingga Dipaksa Nikah Siri

Siswa Dipecat Jelang UN: Hamil, Berkelahi, Hingga Dipaksa Nikah Siri

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 04 Apr 2013 11:48 WIB
Siswa Dipecat Jelang UN: Hamil, Berkelahi, Hingga Dipaksa Nikah Siri
Jakarta - Ada 22 siswa yang mengadu ke Komnas Perlindungan Anak terkait pemecatan sekolah. Sebagian terancam tak bisa ikut ujian nasional (UN). Kasus mereka mulai dari masalah kehamilan, perkelahian hingga dipaksa nikah siri.

"Nggak cuma di Tangerang, kita terima ada 22 aduan. Delapan di antaranya terancam nggak bisa ikut UN, jadi harus diurus segera," kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat berbincang lewat telepon, Kamis (4/3/2013).

Menurut Arist, 8 siswa yang terancam gagal ikut UN itu kasusnya bervariasi. Ada yang hamil, mencuri, bahkan ada yang dipaksa menikah siri oleh orang tuanya padahal tak ada persoalan apa pun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini ada beberapa sekolah yang begitu dan menyebar di seluruh Indonesia. Ada yang di Sibolga, Sumba, Payakumbuh, Paryaman dan beberapa wilayah lain," jelasnya.

Dengan adanya dukungan pernyataan Mendikbud M Nuh, Arist makin yakin siswa-siswa itu bisa bersekolah kembali. Karena hak anak untuk mendapatkan pendidikan diatur undang-undang, sama seperti hak untuk mendapat makan.

"Sekalipun pidana, ada kebutuhan pangan. Yang dipenjara pun tetap wajib dikasih makan. Hak makan tidak hilang, tapi diberikannya di penjara," paparnya.

Bila sekolah tetap membandel, Arist menyarankan masyarakat agar melakukan gugatan class action pada pihak sekolah. Terutama menyangkut persoalan UN.

"UN itu dibiayai negara, tidak boleh satu kepala sekolah pun memutus anak untuk ikut UN," tegasnya.

(mad/nrl)


Berita Terkait