Pak Bagong sudah hampir 13 tahun menjadi pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas). Dia awalnya menjaga lapas rutan Pondok Bambu, lalu pada tahun 2008 dipindahkan ke Rumah Tahanan Cipinang.
Semenjak itu, ia diberi tanggung jawab sebagai kepala pembinaan penyelenggara dapur atau bisa disebut kepala dapur rutan Cipinang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagong bercerita selama menjabat jadi kepala pembina dapur, dirinya mempunyai cara-cara khusus untuk mendidik anak binaannya. Tak jarang dia menyiram para napi bila tak disiplin atau menegur yang malas.
Pola pembinaan semi militer yang dilakukannya tidaklah dengan kekerasan melainkan dengan membiasakan warga binaan untuk bangun lebih pagi, lalu bekerja dengan disiplin dalam menyiapkan makanan untuk ribuan tahanan.
"Arti kami paksa bangun pagi, bangun jam 03.30 WIB pagi untuk memasak nasi dan lain-lain, lalu 04.30 WIB kita sholat subuh berjamaah, 05.30 WIB kita apel sekalian cek fisik apa ada yang sakit atau tidak sembari mengeluarkan keringat lalu dilanjutkan sesuai dengan tupoksi kami, sebagai juru masak sampai jam berakhirnya," paparnya.
Meski bekerja menyiapkan makanan, tidak sedikit waktu yang diberikan untuk dirinya memberi ilmu agar mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri ketika sudah bebas di masyarakat. Ia mengajarkan setiap warga binaan agar mempunyai tanggung jawab masing-masing, karena ketika mereka ingin bekerja di bagian dapur, warga binaan tersebut dituntut untuk serius bekerja.
"Kasarannya mereka masuk bukan sekedar ucap di mulut tetapi melalui niat dengan hati keinginan mereka," tegasnya.
Sudah hampir puluhan bahkan ratusan warga binaan yang menjadi orang sukses dan bisa diterima dimata masyarakat. Salah satunya M Ijudin Rahmat yang menjadi penulis novel, lalu membuat yayasan anak jalanan.
"Banyak orang (napi) yang berhasil setelah berada di bagian dapur. Itu berkat Pa Bagong. Saya dengar, ada sejumlah mantan napi yang kini memiliki kafe, pengusaha angkot, dan lainnya," cerita Ijudin.
"Ada kalimat Pa Bagong yang selalu saya ingat hingga sekarang. Ia berkata: "Kalau mau berniat suatu kebaikan, jangan menunggu bebas. Kerjakan sekarang saja. Berbuatlah sesutu yang bermanfaat. Bikin keluarga kamu bangga. Bikinlah satu karya. Jika karya kamu itu diterima masyarakat, tentu banyak orang yang bangga," kenangnya.
(mad/ega)











































