"Sebaiknya dibatalkan, karena banyak juga anggota DPR yang menyatakan tidak perlu. Ini hanya sedikit anggota DPR saja yang bersemangat kunjungan ke luar negeri. Padahal tingkat kehadiran mereka sangat buruk," kata koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Sebastian Salang, saat berbincang, Kamis (4/4/2013).
Ada dua komisi di DPR akan melakukan kunjungan kerja selama masa reses di pertengahan April yakni Komisi I dan Komisi III. Anggota Komisi I DPR akan bertolak ke Turki dan Ukraina, sementara anggota Komisi III DPR akan bertolak ke Rusia, Perancis, Belanda, dan Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik keberangkatan anggota Dewan ini dibatalkan saja karena hanya pemborosan uang negara," kata Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi.
Dorongan pembatalan keberangkatan anggota DPR ke 6 negara juga disuarakan oleh sejumlah fraksi di DPR. Partai Gerindra misalnya memerintahkan langsung ke fraksi di DPR untuk melarang semua anggotanya ikut dalam kunjungan tersebut.
"Kita pastikan tidak ada yang berangkat. Ini hanya jalan-jalan dan kami sulit melihat urgensinya. Kami tidak mau ikut dalam pemborosan uang negara," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.
Sebenarnya ada banyak opsi lain bagi DPR. Khususnya Komisi III yang sedang berniat studi banding RUU KUHP dan KUHAP.
"Bisa menggunakan google, perpustakaan, meminta informasi dari kedutaan, atau mendatangkan ahli. Itu pasti jauh lebih murah daripada kunjungan ke luar negeri," tegasnya.
(van/nrl)











































