Komisioner Kompolnas, Adrianus Meliala mengatakan, rekam jejak tersebut dilakukan terhadap 250-an jenderal polisi yang tersebar di pos Mabes Polri sampai dengan kewilayahan.
Rekam jejak tersebut terdiri dari beragam keterangan jenderal, mulai dari harta kekayaan sampai dengan kehidupan pribadi jenderal tersebut. Pola pengumpulan data tersebut dirangkum dari berbagai sumber, baik itu masyarakat, pemberitaan yang beredar, bawahan, atau rekan sang jenderal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kemudian ada jabatan kosong, kami akan mulai memprediksi siapa calonnya. Taruhlah lima nama. Nah, dari lima nama itu kita kejar database-nya kemudian kita kirim ke kapolri. Silakan kapolri pilih siapa nama-nama ini," papar Adrianus dalam jumpa pers di Kantor Kompolnas, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2013).
Adrianus melanjutkan, rekam jejak juga berguna untuk dapat menelurkan nama calon-calon Kapolri bila menghadapi pergantian dan habis masa jabatan, terutama mereka yang berpangkat bintang dua dan tiga.
(ahy/ndr)











































