Seni Bela Diri Pencak Silat Masuk Aljazair

Laporan dari Aljir

Seni Bela Diri Pencak Silat Masuk Aljazair

Eddi Santosa - detikNews
Rabu, 03 Apr 2013 21:58 WIB
Seni Bela Diri Pencak Silat Masuk Aljazair
kbri aljir
Aljir - Pencak silat dibawa masuk dan diperkenalkan di Aljazair melalui workshop dengan instruktur master Octav Setiadji, seorang pelatih silat di perguruan Sigepi, Berlin, Jerman.

"Workshop pencak silat ini dimaksudkan untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik RI-Aljazair tahun ini," ujar Duta Besar RI Niam Salim dalam sambutannya di Selle Omnisport De Bentifor, Aljir, Aljazair, Sabtu (30/3/2013).

Menurut Dubes, acara ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan seni beladiri tua dan asli dari Indonesia. Sebab selama ini, publik Aljazair lebih mengenal seni bela diri lain dari Asia. Padahal pencak silat memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri karena mengabungkan antara seni bela diri hard style dan soft style, taichi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peringatan 50 tahun hubungan diplomatik ini kami harap bisa menjadi momen penting untuk mengenalkan budaya seni bela diri pencak silat sekaligus meningkatkan hubungan kedua bangsa semakin erat dan produktif," imbuh Dubes.

Lanjut Dubes, workshop ini merupakan pintu masuk dan pembuka dari serangkaian acara peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Setelah workshop ini akan digelar acara-acara lain seperti seminar, pertunjukan seni budaya dan lomba-lomba untuk masyarakat kedua negara.

Direktur di Kementerian Olahraga Aljazair mewakili Menteri menyambut baik workshop pencak silat ini. Dia menegaskan kesiapan institusinya untuk memfasilitasi latihan rutin pencak silat di stadion yang akan ditunjuk kemudian.

"Kami menyambut baik inisiatif KBRI Aljir untuk mengenalkan seni bela diri asli Indonesia di Aljazair. Ini pasti akan sangat diminati dan diikuti oleh para pemuda Aljazair, apalagi sudah ada yang pernah belajar pencak silat ini di Prancis dan negara Eropa lainnya. Kami siap membantu fasilitas latihan," terangnya.

Sementara itu Muhammad Nur Hayid, Sekretaris Dubes, mengatakan bahwa upaya untuk mengenalkan budaya Indonesia yang kaya dan beragam terus dilakukan KBRI Aljir di bawah pimpinan Dubes Niam Salim.

Dalam workshop pencak silat yang dihadiri oleh ratusan warga Indonesia dan Aljazair itu berbagai atraksi seni bela diri dipertunjukkan oleh master Octav Setiadji.

Antusiasme publik terlihat meluap setelah sesi praktik digelar. Banyak peserta yang ingin praktik dan mencobanya.

Master Octav Setiadji memulai dengan penjelasan dan sejarah pencak silat sebelum diakhiri dengan praktik interaktif seni bela diri asli Indonesia itu. Saat praktik interaktif itulah banyak peserta dan penonton yang terlibat, sehingga tercipta suasana kekeluargaan dan keakraban.

Setelah pertunjukan seni pencak silat usai, Dubes Niam Salim langsung mengumumkan kepada para peserta workshop bahwa KBRI Aljir akan membuka kelas khusus untuk latihan seni bela diri pencak silat. Para peserta pun menyambut baik dan akan mendaftar diri setelah latihan itu resmi dibuka.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan atraksi balap sepeda dari timnas balap sepeda Aljazair dan pencak silat dari warga Aljazair sendiri. Acara ini ditutup dengan pertunjukan seni gamelan dan rampak kendang yang dimainkan oleh staf KBRI Aljir. (es/es)


Berita Terkait