"Sekali lagi saya tekankan, belum ada pinang meminang. Saya dan yang lain-lain menunggu hasil pileg dulu, kalau pembicaran-pembicaraan sudah banyak, tapi kalau lamar melamar belum boleh," kata Mahfud di bekas rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jaksel, Selasa (2/4/2013).
"Proses politik itu dalam praktiknya tidak ada istilah dipinang dan meminang," sambungnya.
Terkait partai mana yang akan dipilihnya, Mahfud juga belum memutuskan. Namun secara prinsip, dia tak percaya ada penggolongan partai Islam atau non Islam. Semua partai pada dasarnya sama, ingin membangun Indonesia.
"Tinggal dinilai dari komitmen pengurusnya dan sikap politiknya. Saya kira julukan partai Islam dan partai non Islam sudah tidak relevan lagi," imbuh putra Madura ini.
Menurut mantan politikus PKB ini, semua partai punya masalah. Tak sedikit juga ada tokoh yang terjerat korupsi. "Tapi juga semua partai sama-sama punya tokoh yang bersih," terangnya.
Jadi, partai mana yang akan dipilih Mahfud? "Kalau menggunakan analisis SWOT, kita petakan kekuatan masing-masing, partai itu kelebihannya apa kekurangannya apa, terus peluangnya bagaimana," jawabnya.
(mad/nrl)











































