Ledakan Bom Guncang Perbatasan Mesir-Israel, 30 Orang Tewas

Ledakan Bom Guncang Perbatasan Mesir-Israel, 30 Orang Tewas

- detikNews
Jumat, 08 Okt 2004 06:26 WIB
Jakarta - Tiga ledakan bom, Kamis (7/10/2004) malam, mengguncang tempat peristirahatan terkenal di Sinai Peninsula, Mesir, yang banyak dikunjungi warga Israel. Akibat peristiwa ini sedikitnya 30 orang tewas dan 114 orang luka-luka.Dilaporkan kantor berita The Associated Press, Jumat (8/10/2004), ketiga ledakan bom itu diduga kuat berasal dari bom mobil. Ini berdasarkan keterangan para saksi mata yang belum bisa dikonfirmasi.Ledakan pertama, pukul 22.00 waktu setempat, mengguncang Hotel Hilton di Resor Taba yang hanya beberapa meter dari perbatasan Israel. Radio tentara Israel, dengan mengutip pejabat keamanan Israel, menyatakan yang meledak adalah bom mobil."Bagian depan hotel runtuh. Ada puluhan orang di lantai, banyak darah. Sangat menegangkan," kata seorang saksi mata, Yigal Vakni, kepada Radio tentara Israel. "Saya berdiri di luar hotel, semuanya terbakar."Sementara juru tim penyelamat Yerucham Mendola menyatakan banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan hotel. "Kami tahu banyak yang terjebak di bawah puing hotel," katanya."Letusan bisa didengar dan terasa dengan kuat satu kilometer lebih," kata Selma Abu el-Dahab, seorang pekerja hotel lain di Taba. Menurutnya seorang pekerja dari hotelnya kembali dari Hotel Hilton dan menceritakan ledakan itu sebelum jatuh pingsan.Sekitar tengah malam, dua ledakan yang lebih kecil terjadi di kawasan Ras Shitan, sebuah tempat berkemah di dekat kota Nuweiba di sebelah selatan Taba.Pejabat Mesir menyatakan belum mempunyai bukti-bukti bahwa ledakan tersebut merupakan aksi terorisme. Ia, yang berbicara dalam kondisi anonim, mengatakan letusan di Taba terjadi di antara tangki bensin di dapur hotel, yang di samping kasino di mana banyak terdapat wisatawan.Peristiwa ini terjadi sebulan sesudah pemerintah Israel mengimbau warga negaranya untuk tidak mengunjungi Mesir, menyebutkan adanya ancaman teror kepada wisatawan di kawasan Sinai Peninsula Mesir. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads