Puncak Angkutan Lebaran di Bandung H-7 Sampai H+6
Jumat, 08 Okt 2004 00:23 WIB
Bandung -
Puncak angkutan lebaran dari Bandung menuju ke kota-kota di sebelah timur diperkirakan akan terjadi pada H-7 sampai H+6. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung kendati meniadakan angkutan kereta penyapu (Sapu Jagat), akan menambah rangkaian kereta hingga batas maksimal daya tarik lokomotifnya.Menurut Kepala Daop 2 Bandung Makbul Sujudi dan Pimpinan Operasi Angkutan Lebaran 2004 Hendra Anom kepada pers di Stasiun KA Bandung Kamis (7/10/2004), daya angkut rangkaian kereta pun akan ditambah.Untuk KA kelas bisnis, ada toleransi penambahan 25 persen dari kapasitas tempat duduknya. Sedangkan KA ekonomi, toleransinya mencapai 50 persen. "Untuk KA kelas eksekutif, tidak ada toleransi penambahan dan hanya dijual sebatas tempat duduk yang tersedia," kata Makbul.Untuk menyebarkan distribusi penumpang agar tidak terkonsentrasi pada saat puncak angkutan itu, PT KAI akan menaikkan harga tiket sebesar 15 persen untuk KA-KA eksekutif. "Sedangkan di luar waktu puncak itu, harga tiket tetap tidak ada kenaikan," tambah Makbul lagi.Untuk itu, PT KAI sudah menetapkan bahwa pemesanan tiket di musim lebaran ini sudah bisa dilakkuan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan. "Jadi, makin cepat memesan makin baik," tegas Makbul lagi.Sesuai dengan sistem on-line yang diberlakukan, selain pemesanan bisa dilakukan di mana saja, maka PT KAI pun membuka kesempatan untuk memesan tiket kepulangan atau balik (return). "Itu juga bisa dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatannya," tambah Makbul lagi.Secara umum, dari stasiun keberangkatan Bandung akan disediakan 105.600 tempat duduk kelas eksekutif, 61.800 kelas bisnis dan 51.304 kelas ekonomi. Penumpang kereta di musim lebaran ini juga diperkirakan akan ada kenaikan sekitar satu persen saja dari jumlah penumpang yang diangkut tahun lalu yang mencapai lebih dari 250 ribu.Sementara itu, Hendra Anom yang juga Kepala Seksi Operasi PT KAI Daop 2 Bandung menuturkan bahwa untuk menjaga kemungkinan gangguan alam di musim operasi lebaran ini, pihaknya sudah menyiagakan sejumlah lokomotif cadangan di beberapa stasiun. Selain itu, material-material untuk mengatasi gangguan seperti bantalan rel, batu kricak alias kerikil, hingga tenaga lapangan juga disebar di titik-titik tertentu. "Terus terang, kami mengantisipasi kemungkinan gangguan banjir dan tanah longsor yang mungkin terjadi. Apalagi saat operasi lebaran ini bertepatan dengan musim penghujan," tuturnya.Beberapa daerah yang rawan gangguan adalah antara Stasiun Purwakarta-Padalarang, Rancaekek-Cicalengka, Cipendeuy-Budi Waluya dan di daerah sekitar Banjar.
(gtp/)










































