Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik datang menemui warga di Desa Dolok Saribu, Kecamatan Dolok Pardamean Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) terkait tewasnya Kapolsek Dolok Pardamean Komisaris Polisi Anumerta Andar Yonas Siahaan. Polisi ingin memastikan kejadian ini tidak sampai menimbulkan ketakutan dan trauma warga.
"Setelah peristiwa Rabu (27/3) malam yang disusul dengan penangkapan warga, ada kesan situasi desa mencekam dan warga ketakutan. Kami berharap rasa takut itu hilang dengan kedatangan kami," pinta Andi di depan ratusan warga yang berkumpul di Balai Desa Dolok Saribu, Senin (1/4/2013).
Kepada warga, Kapolres Andi menyatakan, penangkapan 19 orang warga terkait kasus tersebut warga diharapkan tidak membuat resah. Pihaknya akan tetap memproses hukum seluruh tersangka dengan adil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Kapolres, Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih juga hadir dalam pertemuan itu. Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbau warga tidak saling menyalahkan setelah peristiwa tersebut.
"Warga tidak boleh terpecah belah dan saling menyalahkan satu dengan yang lain," ujar Saragih.
Kapolsek Dolok Pardamean Komisaris Polisi Anumerta Andar Yonas Siahaan (51) meninggal dunia pada Rabu (27/3) malam lalu setelah dikeroyok warga. Saat kejadian korban dan tiga anggota polisi yang lain bermaksud melakukan penangkapan terhadap bandar judi toto gelap di sana, namun diteriaki maling lalu dikeroyok warga hingga tewas.
(rul/mok)










































