"Penghentian pencarian korban longsor karena pertimbangan medis dan dampak yang akan ditimbulkan saat jenasah ditemukan. Diperkirakan korban sudah membusuk dan dapat menyebabkan penyakit bagi tim pencari dan relawan. Selain itu juga kendala di cuaca dan lapangan yang juga berbahaya timbulnya longsor susulan. Keluarga korban telah mengikhlaskan hal itu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2013).
Sutopo mengatakan selama masa tanggap darurat, hingga hari Minggu (31/3) sudah sebanyak 14 korban meninggal berhasil dievakuasi dari longsoran tanah. Sedangkan 3 korban lainnya yaitu Imas (50), Jesika (4bulan) dan Ecep (20) masih belum ditemukan. Sementara itu, bantuan untuk para korban longsor sudah terpenuhi. Bantuan tersebut berupa pengadaan makanan, obat-obatan, pelayanan kesehatan dan trauma healing diberikan kepada para korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasi untuk relokasi diserahkan kepada keluarga korban dan pemda akan membebaskan lahannya,"tutup Sutopo.
(ndu/rvk)











































