Bos Kelompok Perampok SPBU di Jaktim Dipanggil 'Kapten', Ini Modusnya

Bos Kelompok Perampok SPBU di Jaktim Dipanggil 'Kapten', Ini Modusnya

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jumat, 29 Mar 2013 19:20 WIB
Bos Kelompok Perampok SPBU di Jaktim Dipanggil Kapten, Ini Modusnya
Foto: Jumpa pers di Mapolres Jaktim (Habibi/detikcom)
Jakarta - Polres Jakarta Timur menembak mati bos kelompok perampokan dana SPBU yang akan disetor ke bank, berinisial HDR. HDR dikenal dengan julukan 'Kapten'. Dalam melancarkan aksinya, HDR beserta anak buahnya terlebih dahulu melakukan pengamatan di SPBU yang menjadi incaran.

"Setiap aksinya satu kelompok ini akan mengerahkan 5 sampai 6 orang, modus yang digunakan adalah mengamati SPBU selama kurang lebih seminggu," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Timur, Jalan Jatinegara Barat, Jumat (29/3/2013).

Menurut Mulyadi, mereka mempelajari kegiatan di SPBU selama kurang lebih satu minggu itu mulai dari jam setor uang SPBU ke bank, hari setor, dan mobil yang digunakan untuk menyetorkan uang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya mereka akan melakukan aksi di luar pagar bank. Aksi mereka yang terakhir adalah di Cakung dengan Rp 95 juta rupiah dan korbannya adalah nasabah yang akan membeli kendaraan," ungkapnya.

Aksi perampokan di SPBU itu menurut Mulyadi, selalu dilakukkan pada hari Senin ataupun Jumat, karena ketika hari Sabtu dan Minggu bank tutup.

"Jadi kelompok HDR selalu mengarah pada hari Jumat sekitar pukul 14.00 ataupun hari Senin sekitar pukul 09.00-10.00 WIB." tuturnya.

Hasil pencurian yang dikerjakan secara berkelompok itu kemudian dibagi rata HDR kepada anak buahnya. Sang bos yang dikenal dengan panggilan 'Kapten' itu, bahkan mengirimkan uang hasil kejahatannya untuk keluarga di Madura.

"Uang akan dibagi rata, dan HDR pernah mengirimkan uang untuk keluarganya di Bangkalan, Madura. HDR dan kelompoknya pernah melakukan aksi perampokan di Rawamangun dengan mendapatkan uang Rp 635 juta," ucap Mulyadi.

Sementara dari 10 kali perampokan selama awal Januari 2013, delapan adalah kasus perampokan uang setoran SPBU, dan sisanya adalah permpokan nasabah bank.

Sebelumnya, polisi berhasil meringkus dua pelaku perampokan uang SPBU yang akan disetor ke bank. Satu di antaranya adalah bos komplotan yang ditembak mati oleh polisi saat berusaha melarikan diri. Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan 15 orang tersangka dengan pimpinan HDR.



(/nwk)



Berita Terkait