Pakar UGM: Penyerbuan LP Sleman Violent Crime

Pakar UGM: Penyerbuan LP Sleman Violent Crime

- detikNews
Rabu, 27 Mar 2013 17:37 WIB
Pakar UGM: Penyerbuan LP Sleman Violent Crime
Yogyakarta - Kasus penembakan terhadap empat tahanan di LP II B, Cebongan, Sleman termasuk violent crime. Sebab dilakukan di hadapan orang banyak dengan cara-cara yang sadis.

"Kasus ini sudah masuk violent crime," ungkap sosiolog kriminalitas Universitas Gadjah Mada (UGM), Suprapto dalam diskusi di kampus UGM, Rabu (27/3/2013).

Penyelesaian kasus tersebut tidak cukup dilakukan dengan mengatasi akibat yang terjadi. Namun harus menuntaskan akar permasalahan. Di antaranya menelusuri kasus kekerasan di Hugo's Cafe hingga penggunaan jasa keamanan yang banyak melanggar hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sebaiknya jangan hanya berpikir bagaimana mengatasi akibat dari kasus tersebut. Kita bisa terjebak di sana. Kita harus berpikir mundur mengapa ada penyerangan atau peristiwa sebelumnya di Hugo's Cafe. Ini harus diketahui dulu," katanya.

Menurut dia, kasus tersebut bukan hanya masalah konflik individu, tapi sudah mengarah kepada kelompok. Oleh karena itu, perlu diketahui pula siapa (kelompok) yang berselisih dan terlibat.

"Semua informasi harus kita gali, termasuk siapa-siapa yang menjadi saksi dalam peristiwa itu," katanya.

Dia menambahkan bila dilihat dari sisi lain, penyerangan di lapas tersebut menggunakan peralatan atau senjata yang cukup canggih dengan perencanaan dan strategi yang sangat baik.

"Ini bisa jadi adalah kelompok yang mempunyai 'biaya'. Misalnya pembunuh bayaran," kata staf pengajar Fisipol UGM itu.

Untuk menyelesaian masalah ini, diperlukan peran key person seperti tokoh/ pemuka masyarakat yang bisa membantu pendekatan kepada berbagai pihak. Tindakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang telah memberikan jaminan keamanan kepada warga NTT di Yogyakarta sudah cukup baik.

Menurut dia, hal-hal yang memicu tindakan/perbuatan anarkis juga harus dicegah. Penjualan minuman keras di tempat-tempat hiburan malam, misalnya. Banyak pertikaian antar kelompok maupun individu yang terjadi dipicu oleh mabuk-mabukan.

"Termasuk pula masalah rekrutmen jasa keamanan di kafe-kafe baik yang legal dan ilegal juga banyak yang menyalahi aturan atau melanggar hukum," pungkas Suprapto.


(bgs/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads