Raja Kamboja Turun Takhta
Kamis, 07 Okt 2004 12:54 WIB
Jakarta - Raja Kamboja Norodom Sihanouk melepaskan takhtanya hari Kamis ini karena kondisi kesehatan yang memburuk. Sihanouk pun meminta rakyat Kamboja untuk mulai mencari pengganti dirinya.Demikian disampaikan kepala Majelis Nasional, Pangeran Norodom Ranariddh yang juga adalah putra Sihanouk.Raja berusia 81 tahun itu membuat pengumuman penurunan takhta itu dalam sebuah surat dari Beijing, Cina. Statemen tersebut kemudian dibacakan di depan Majelis Nasional, Kamis pagi waktu setempat oleh Pangeran Norodom Ranariddh."Berita ini mengejutkan dan sangat disesalkan," tukas pangeran seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (6/10/2004). Dalam pernyataan tersebut, raja meminta negeri itu untuk membentuk dewan takhta -- panel beranggotakan sembilan orang -- guna memilih raja selanjutnya. Meski monarki Kamboja tidak dipilih menurut keturunan, namun kandidat haruslah memiliki aliran darah kerajaan. Pangeran Ranariddh di masa lalu telah dipertimbangkan sebagai kandidat untuk meraih takhta tersebut, namun ia telah mengatakan bahwa dirinya tidak berminat menjadi raja negeri Asia Tenggara itu.Bersama statemen tersebut, Sihanouk menyertakan pula surat bertanggal 4 September yang ditandatanganinya bersama-sama dengan Perdana Menteri Hun Sen dan Ranariddh, yang merupakan mitra dalam pemerintahaan saat ini. Dalam surat tersebut diusulkan pangeran lain, Norodom Sihamoni, untuk menjadi raja berikutnya. Sihamoni, 51, adalah putra Sihanouk dengan Ratu Monineath.Dalam suratnya, Raja Sihanouk meminta agar dirinya diizinkan "pensiun" karena kesehatannya yang buruk. Dikatakan raja, dokter-dokter telah mendeteksi adanya "penyakit baru dan serius" dalam perutnya.
(ita/)











































