Faridah Abdullah Ditantang Datangi KJRI New York

Faridah Abdullah Ditantang Datangi KJRI New York

- detikNews
Kamis, 07 Okt 2004 11:35 WIB
Jakarta - KJRI New York yang dilanda tuduhan skandal seks oleh Faridah Abdullah (Ida) menantang perempuan berusia 24 tahun itu untuk datang ke kantor perwakilan RI tersebut. KJRI menyesalkan sikap Faridah yang tidak kooperatif dalam menuntaskan kasus itu."Untuk menuntaskan masalah ini, pihak KJRI mengharapkan agar Ida mempunyai kesempatan dan keberanian untuk 'kembali ke rumah Indonesia' yaitu KJRI New York," kata Kepala Bidang Penerangan KJRI New York, Iwanshah Wibisono, pada detikcom per-email, Kamis (7/10/2004).Ditanya tentang surat terbuka Faridah yang menjawab semua bantahan KJRI New York atas skandal seksual yang dituduhkan dan menyesalkan tidak adanya perlindungan padanya, Iwan menyatakan, pihaknya memiliki corporate culture seperti antara lain sikap melayani. Hal ini penting terlebih dikaitkan dengan perlindungan WNI di luar negeri."Jadi tidak pernah terbersit sedikit pun di dalam benak kami untuk menyengsarakan warganegara Indonesia yang justru kami harus ayomi. Apalagi WNI di luar negerisebenarnya merupakan aset dalam menjalankan multitrack diplomacy," papar Iwan."Justru saat ini kami mempertanyakan tidak adanya upaya konkret dari 'pihak Ida' untuk menyelesaikan berita tuduhan hubungan seksual. Tahulah apa artinya kalau tidak ada good will dari 'pihak Ida' seperti itu", sambung diplomat muda yang namanya juga masuk dalam daftar 41 konsumen Ida ini.Iwan menegaskan bahwa KJRI New York telah menyerahkan masalah ini kepada sistem hukum AS melalui pihak-pihak yang berwajib. "Kami juga menyesalkan sikap sementara media massa di Jakarta khususnya yang dalam meliput berita ini tidak cover both sides melalui mekanisme cek dan re-cek kepada sumber-sumber berita. Padahal KJRI New York membuka pintu seluas-luasnya untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak media dan pihak terkait lainnya untuk klarifikasi," demikian Iwanshah. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads