Aparat Polres Gunungkidul yang dipimpin Kapolres Ikhsan Amin dan Kasatreskrim AKP Suhadi memasang dua garis polisi sekitar 10 meter dari mulut goa. Kapolres Gunungkidul menyatakan penutupan goa Seropan dilakukan agar tidak digunakan untuk aktivitas warga.
"Sehubungan dengan meninggalnya tiga mahasiswa di tempat ini, Polres Gunungkidul mengambil langkah-langkah untuk menangani kasus ini. Kita sudah memeriksa saksi-saksi dan hari ini demi penyelidikan lebih lanjut, goa ini kita tutup agar steril dari aktivitas masyarakat," kata Ikhsan, Jumat (22/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan membuktikan musibah di tempat ini karena faktor kelalaian atau faktor lain. Apakah juga karena faktor alam karena disini tempat berkumpulnya air dari tiga sungai kecil di kawasan ini. Saksi ahli juga akan kita mintai keterangan apakah daerah ini statusnya merah atau tidak," tambahnya.
Jika ditemukan faktor kelalaian, menurut Ikhsan, pihak kepolisian akan memproses kasus sesuai prosedur. Namun jika ternyata ada faktor alam, ia merekomendasikan agar Goa Seropan II ditutup selamanya.
Musibah yang terjadi di Goa yang berada diantara perbukitan ini terjadi pada Selasa (19/03/2013) saat 20 mahasiswa anggota Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia menggelar pendidikan lanjutan susur goa.
Saat terjadi hujan deras, banjir dari tiga sungai kecil disekitarnya memasuki mulut goa hingga membuat mahasiswa yang tengah berada dilorong goa terjebak.
Sebanyak 21 orang selamat sementara tiga orang meninggal dunia karena terguyur banjir hingga kehabisan nafas. Tiga mahasiswa itu yakni Ganang Samudra mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta warga Solo Jawatengah, Dian Permatasari mahasiswa UGM warga Yogyakarta dan Hevin Fahariza mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purwokerto.
Sejauh ini pihak kepolisian sudah memeriksa tiga saksi dari penyelenggara dan dua dari perangkat desa setempat.
"Kita belum dapat memastikan ada tidaknya unsur kelalaian. Tapi yang pasti, panitia tidak memberitahukan jika mereka menggelar kegiatan di Goa Seropan," ujar Ikhsan.
(fdn/fdn)











































