Kuota tersebut ditujukan kepada mahasiswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu tapi berhasil lolos SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan Ujian Mandiri UGM.
"Kita akan memberikannya kepada keluarga kurang mampu. Program ini didukung UGM dan CSR dari berbagai lembaga luar," jelas Rektor UGM Prof Dr Pratikno kepada wartawan di Kantor Pusat UGM, Jumat (22/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kurang lebih 45 persen mahasiswa UGM pada tahun 2013 akan menerima subsidi," kata Pratikno yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof dr Iwan Dwiprahasto, PhD.
Pola penerimaan mahasiswa UGM tetap mengacu kebijakan nasional. Apapun pola seleksinya, SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, UGM tetap konsen menjaring mahasiswa berdasar kualitas, merepresentasikan sebaran wilayah dan sebaran status sosial.
"Jadi bukan hanya untuk mereka yang berada di Yogya dan sekitarnya. Bukan pula untuk mereka yang kaya-kaya," tegas guru besar Fisipol itu.
Penerimaan mahasiswa tahun ini, UGM juga memakai pola sebaran 3T, yaitu mereka yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan terbelakang. UGM akan terus mendorong hal itu, sekaligus mempromosikan agar mampu menggaet struktur sosial ekonomi yang beragam.
"Kita akan menerima sebanyak 6.646 mahasiswa baru dengan perbandingan SNMPTN, SBMPTN dan UM UGM, 50 : 30 : 20," kata Pratikno.
(bgk/trw)











































