Gus Choi menegaskan dirinya tak merasa kehilangan kehormatan meskipun dipecat dari DPR. Sebab, pemecatan dirinya bukan disebabkan karena kesalahan.
"Sebetulnya saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Tidak ada amoral, korupsi seperti Nazaruddin, saya tidak pernah mangkir dan termasuk aktif dalam rapat-rapat di DPR. Kalau ada alasan dipecat, bahwa saya tidak pernah ke kantor, karena saya memang tidak pernah ke kantor PKB yang di Kramat Raya. Karena kantor asli PKB itu di Kalibata. Itu alasan yang dibuat-buat supaya bisa dipecat," kata Gus Choi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gus Choi, alasan itu dibuat-buat oleh Ketua PKB Muhaimin Iskandar untuk melegalkan pemecatan dirinya. Gus Choi menambahkan, dirinya dipecat dengan alasan sering mengkritik partai.
"Kalau ada yang tanya Bu Lily dan Gus Choi ya dua itu, tidak pernah ke kantor dan sering mengkritik partai, itu instruksi Muhaimin. Tapi dalam konteks demokrasi, saya anggap mereka bukan raja, jadi saya ya kritis," tuturnya.
Namun Gus Choi, mengaku telah berlega hati terkait pemecatannya. Dia malah merasa lega terbebas dari PKB Muhaimin Iskandar. "Saya malah lega terbebas dari kangkangan PKB Muhaimin," imbuhnya.
Gus Choi mengaku hingga saat ini sudah banyak parpol yang menawarinya. Begitu dia dipecat, 10 parpol peserta pemilu lainnya langsung menawari posisi.
"Terimakasih kepada pimpinan parpol yang mengajak saya untuk bergabung. Yang satu memecat, berarti yang 10 itu mengajak saya bergabung. Pokoknya dari yang 1 memecat ini, yang 10 mengajak saya," tuturnya.
Gus Choi pun berpamitan kepada rekan-rekannya di DPR. "Saya pamit sekaligus terima kasih kepada sahabat-sahabat dan mitra selama di Komisi I. Terima kasih saya ucapkan," tutupnya.
(tor/van)











































