Pada Jumat (22/3/2013) setelah Salat Jumat belasan pekerja sedang memasang kaca-kaca yang kemarin pecah untuk diganti dengan kaca yang baru. Sebagian pekerja lainnya sedang membersihkan bagian dalam gedung setneg.
Sementara itu tim Puslabfor dan Inafis Polri masih bekerja di dalam gedung. Belasan petugas yang menggunakan rompi hitam bertuliskan 'Puslabfor' tampak menyusuri setiap ruangan. Petugas Inafis menyusuri ruangan di bagian lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu, ini lantai 3 itu tidak dipakai, hanya ruang rapat. Jadi, tidak ada masalah. (Mengganggu) Oh enggak, karena TKP di lantai 3," kata Lambock yang sedang memantau pembersihan dan renovasi gedung.
Mengenai kaca-kaca yang pecah, Lambock mengatakan hal itu dilakukan oleh petugas Unit Keamanan Dalam (UKD) untuk memudahkan pemadaman api.
"Itu kan hanya antisipasi saja, kan itu sekarang sudah dipasang," imbuhnya.
Lambock memastikan kerusakan hanya ada di lantai 3. Sementara di lantai 2 tidak terlalu banyak dampak kerusakannya termasuk ruang kerja Mensesneg Sudi Silalahi.
"(Ruang Pak Sudi) Masih rapi semua itu," jelasnya.
Lambock kembali menegaskan bahwa pada saat kebakaran alarm sudah berbunyi.
"Siapa bilang enggak bunyi. Masa kalau sudah kebakar, alarmnya masih bunyi," tegasnya.
Kok alarm ngga kedengeran sampai ke bawah pak?
"Masa alarmnya ngaung-ngaung? Alarm kan bukan sirene. Peringatan dini itu untuk di ruangan, bukan keluar. Bagaimana Anda itu," jawabnya.
(/)











































