Proyek normalisasi saluran air yang berlangsung di RW 05 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, justru ditolak warga sekitar. Warga mempermasalahkan tujuan proyek dan merasa kesal karena material proyek menutupi sebagian jalan akses masuk sejumlah perumahan.
Proyek yang berada di Jalan Pluit Samudera Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (22/3/2013), menyisakan material berupa batu dan pasir yang menutup hampir satu jalur jalan. Material ini pun memanjang dari gerbang utama sebuah kondominium hingga 10 meter sebelum pertigaan Jalan Pluit Raya.
Salah satu sudut jalan dipenuhi material hingga ketinggian 30 cm. Warga sekitar pun menyebutkan material dan penolakan warga telah berlangsung hampir satu bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga juga memasang sedikitnya tiga spanduk berwarna kuning berukuran 0,5 x 2 meter di sepanjang jalan ini. Salah satunya bertuliskan 'Warga Menolak Pembangunan Peninggian Jalan Pluit Samudra 2 yang Merugikan Kami', dengan tanda Warga RW 05 Pluit.
Sementara itu, penolakan warga dibenarkan oleh Lurah Pluit Tahta Yujang sehingga pihaknya mengadakan mediasi antara warga dengan PT Bina Men Diri Karya, pihak CSR.
"Peninggian jalan tapi diprotes warga, warga mengaku belum sepenuhnya mengerti ketinggian dan lebar got yang akan dibangun. Saya hanya mediasi antara warga dan PT Bina Men Diri, daripada kisruh nantinya. Saya kan tuan rumah," kata Tahta.
Tahta menambahkan adanya material di jalan memang dibiarkan begitu saja hingga ada kejelasan dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Rekomendasi dari Dinas PU pun disebut telah turun, namun belum ada tindak lanjut.
"Itu surat kan rekomendasi dari PU, namun kenyataannya berbeda dengan yang dilapangan. Ya kita akan undang yang terkait, dan Walikota, sekaligus dinas PU sebagai pemberi rekomendasi," tutup Tahta.
(/)










































