"Saya sempat didorong-dorong dan dikepung oleh puluhan petugas keamanan stasiun," kata Elda, salah seorang penumpang KRL, kepada detikcom, Jumat (22/3/2013) pukul 11.00 WIB.
Elda mengatakan, kericuhan terjadi akibat petugas pemeriksa tiket di stasiun mengatakan karcis KRL jurusan Serpong-Tanah Abang yang dimiliki penumpang yang baru saja turun dari kereta, tak berlaku di Stasiun Sudirman. Petugas menyebut karcis yang penumpang kantongi tak sesuai dengan stasiun tujuan.
Padahal hari-hari sebelumnya, pemegang tiket Serpong-Tanah Abang yang turun di Tanah Abang, lalu ganti kereta menuju Sudirman sah-sah saja, tanpa perlu beli karcis lagi. Jadi, dulu praktiknya seperti naik bus TransJ yang pindah koridor gratis asal tidak keluar dari halte.
"Ini sudah bertahun-tahun seperti ini. Tiba-tiba saja tidak ada pemberitahuan sebelumnya dibilang (tiket) tak berlaku," katanya.
Elda sempat berdebat dengan petugas keamanan stasiun yang berbaju biru-biru seperti satpam. Karena tak menemui titik temu, Elda kemudian menemui petuga PT KAI yang berpakaian putih. "Saya malah diminta bayar Rp 50 ribu karena tak memiliki karcis sesuai tujuan," katanya.
Elda dan ratusan penumpang kemudian protes dan minta agar para petugas menunjukkkan aturan mengenai denda tersebut. Para penumpang kemudian tak mau membayar denda dan ingin langsung keluar stasiun.
"Di sinilah kericuhan terjadi, saya sempat ditarik-tarik mereka dan dimaki-maki," katanya.
Elda mengaku tak mengerti mengapa tiba-tiba saja petugas memberlakukan sistem baru tersebut. "Tiap hari juga tiket diperiksa tapi tak pernah ada masalah seperti ini," katanya.
(nal/nrl)











































