6 Kisah Kocak Tahanan Ngetop

6 Kisah Kocak Tahanan Ngetop

- detikNews
Jumat, 22 Mar 2013 08:58 WIB
6 Kisah Kocak Tahanan Ngetop
Jakarta -

1. Nunun Si Pelupa & Nabi Yusuf

Kisah Nunun Nurbaetie sangat menarik dan menjadi perhatian selama persidangan kasus dugaan suap kepada anggota DPR dalam kemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Gubernur Senior BI di Pengadilan Tipikor.

Saat itu, kubu Nunun selalu berkilah mengenai penyakit lupa akut yang diderita. Namun fakta yang terjadi di lapangan terkadang membuat orang bisa menjadi tidak percaya soal penyakit Nunun tersebut.

Untuk satu kasus, Nunun memang sering mengaku tidak lupa atau tak tahu. Namun untuk kasus yang membutuhkan daya ingat, seperti nama seseorang, Nunun bisa lancar menjelaskannya. Soal Indah, Nunun sanggup menerangkannya dengan detail. Siapa Indah dan apa perannya serta keluarganya, sanggup diterangkan dengan lancar oleh Nunun.

Entah sadar atau tidak, Nunun seringkali mengeluarkan celetukan yang mengundang senyum. Tidak jarang juga hal itu dikeluarkan oleh tim kuasa hukumnya. Contohnya, tim kuasa hukum Nunun pernah menyebut kliennya ini ingin seperti Nabi Yusuf.

"Yang Mulia, pada intinya terdakwa ingin seperti Nabi Yusuf. Ditahan bukan karena kesalahan, tetapi karena kemuliaan," kata kuasa hukum Nunun, Mulyaharja, usai pembacaan dakwaan, 2 Maret lalu.

Sebelum mengikuti sidang tuntutan, Nunun juga terlihat pernah menyanyikan lagu perjuangan di ruang khusus terdakwa. Nunun duduk diapit pengacaranya, Ina Rachman dan sahabatnya. Nunun tanpa malu-malu menyanyikan reffrein lagu 'Tanah Airku'.

"Tanahku yang kucintai, engkau kuhargai.....," nyanyi Nunun.

Dia menyanyikan lagu itu sambil direkam dengan kamera handphone oleh sahabat dan pengacaranya, Ina Rachman. Karena direkam, Nunun tampak bersemangat menyanyikan lagu itu.

Saat tengah mendengarkan nota pembelaan yang dibacakan tim kuasa hukumnya, 30 April 2012, Nunun pernah tiba-tiba lemas. Majelis hakim pun dengan sigap langsung menginterupsi pembacaan.

Ketua majelis Sudjatmiko menawarkan minuman atau meminta Nunun segera minum obat. Kesehatan Nunun memang menjadi perhatian serius dari majelis atau KPK. Beberapa kali sidang Nunun terpaksa ditunda karena kesehatan sosialita itu menurun.

Namun yang paling menarik adalah saat Nunun hendak ke toilet suatu waktu. Seusai jam istirahat sidang tampak seorang wanita sibuk membersihkan toilet wanita di lantai 1 gedung tersebut. Wanita itu sibuk mengambil sampah-sampah yang berserak, dan mengeringkan genangan air di atas lantainya. Usut punya usut, ternyata toilet ini sengaja dibersihkan karena akan digunakan Nunun.

Ia tampak berusaha mengeringkan genangan air yang ada. Ia juga melapisi dudukan toilet dengan tisu yang cukup banyak. Tidak lama kemudian, Nunun pun datang ditemani dua pria berbadan tegap mengenakan baju safari hitam. Sayangnya, Nunun pun terpaksa diselak karena ada pengunjung yang sudah kebelet ingin menggunakan toilet.

2. Gayus Tambunan antara Wig & Lagu

Keberadaan Gayus di Bali pada November 2010 terendus saat fotografer menangkap sesosok lelaki dengan wig dan kacamata mirip Gayus.

Gayus mengungkapkan, ide menggunakan wig saat berada di luar rutan ia dapatkan dari mantan Karutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok Kompol Iwan Siswanto dan juga Kombes Pol Wiliardi Wizard yang juga ditahan di rutan yang sama dengan Gayus.

Wig yang dikenakan Gayus menjadi menjadi perbincangan hangat di Twitter. Tentu saja hanya untuk lucu-lucuan, menunjukkan 'keterpanaan' publik pada model wig itu. Wig itu, yang menurut praktisi multimedia Abimanyu Wachjoewidajat (Abah) mirip burung kasuari, seolah telah menyihir khalayak.

Tidak hanya dikenal dengan wignya, Gayus rupanya juga pandai menciptakan lagu dari penjara dalam tempo sebulan.

Gayus membuat lagu berjudul 'Semua kan Berakhir'. Lagu itu khusus ditujukan bagi sang istri, Milana Anggraeini. Dalam penggalan liriknya, terlihat jelas rasa bangga Milana terhadap Gayus, meski kini sudah jadi pesakitan di penjara.

Lagu berdurasi 4 menit 13 detik tersebut kemudian dinyanyikan oleh wanita berdarah Batak, Tety Rosalin Hutapea, tanpa dibayar. Video klipnya sudah diupload di situs jejaring sosial Youtube sejak 24 Juni 2011 lalu. Sementara perusahaan rekaman yang menampung lagu tersebut adalah Bragiri Record.

Benarkah Gayus Tambunan menciptakan sendiri lagu 'Semua Kan Berakhir'? Saat didaulat untuk menyanyikan lagunya itu usai sidang, Gayus menampik. Dia hanya tertawa dan mengatakan itu urusan penyanyi.

"Hahaha, menyanyi itu urusan penyanyi," kata Gayus usai sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang, Banten, Selasa (19/7/2011).

Dia lantas menunjuk sang penyanyi lagu, Tety Rosalin Hutapea, yang juga hadir di persidangan. "Kalau saya hanya mencipta lagu," kilahnya.

Terpidana kasus mafia pajak itu angkat bicara soal lagu 'Semua Kan Berakhir'. Dia menegaskan lagu itu adalah ciptaannya saat sedang dikecam masyarakat atas perbuatannya.

"Ini bukan album. Ini lagu awal buatan saya tentang curhatan hati istri," kata Gayus.

Menurut Gayus, dia dan istrinya Milana Anggraeini sangat mencintai satu sama lain. Mereka 7 tahun berpacaran sebelum menikah. Oleh karena itu, apa yang menimpa Gayus sangat memukul hati istrinya.

Gayus membantah lagu ini bernuansa politis ataupun untuk pengalihan isu. "Lagu ini bukan bermaksud rezim ini akan berakhir. Ini murni keluhan istri saya," tegas dia.

Meski digarap cukup serius, bagi Denny Indrayana, saat itu Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, hal itu hanya lucu-lucuan saja. "Untuk lucu-lucuan, itu sah-sah saja," kata Denny di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (20/7/2011).

3. Anggodo Salam Komando

Meski divonis bersalah dengan hukuman empat tahun penjara, Anggodo Widjojo dan tim pengacaranya tidak terlalu muram. Usai sidang, mereka asyik berfoto-foto ria di depan meja majelis hakim sembari menebar senyum lebar.

Tim pengacara Anggodo yang berjumlah belasan itu tampak tersenyum saat mengapit Anggodo berfoto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (1/9/2010).

Entah untuk menunjukkan kekompakan atau apa, Anggodo dan pengacaranya, OC Kaligis dkk kemudian melakukan salam komando ala orang militer. Sementara pengacara yang lain mengelilinginya. Mereka tampak tertawa-tawa.

"Ini foto keluarga besar," kata salah satu kuasa hukum Anggodo. Mereka berpose di depan para jurnalis yang sibuk menjepret mereka.

Pengunjung sidang yang menyaksikan peristiwa itu hanya memandanginya. Beberapa tampak tersenyum simpul. Sementara majelis hakim dan jaksa telah meninggalkan ruang sidang.

Anggodo divonis bersalah dengan pidana penjara empat tahun, lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa. Anggodo juga didenda Rp 150 juta subsider tiga bulan penjara. Atas putusan ini, Anggodo menyatakan banding.Β  Di tingkat MA, hukuman Anggodo diperberat menjadi 10 tahun penjara.

4. Baju Tahanan Malinda Dee

Malinda Dee bukan tidak mau memakai baju tahanan seperti rekan-rekannya saat menghuni bui. Masalahnya, ukuran baju tahanan untuk Malinda sulit dicari.

Terpidana kasus penggelapan dan pencucian uang nasabah Citibank akhirnya memakai baju tahanan dengan kancing yang sengaja dibuka.

"Aduh, enggak ada yang pas," kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi dengan gerak tangan menunjuk dada dengan mimik serius saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Wartawan menanyakan secara serius mengapa Malinda tidak mengenakan baju tahanan saat diperiksa. Ito yang awalnya diduga wartawan menjawab pertanyaan itu sekenanya, malah menegaskan, "Ini serius."

Bahkan, Ito meminta agar wartawan membuktikan sendiri kebenarannya. "Kalau tak percaya cek aja. Tapi wartawannya yang cewek aja ya," ujar Ito.

Namun Ito menjamin, meski ada hal khusus terkait baju tahanan, Malinda tetap mendapatkan perlakuan sama dengan tahanan lainnya. "Yang jelas tak ada diskriminasi," tutur jenderal bintang tiga ini.

5. Romantisme Nazaruddin & Neneng

Rasa cinta mengalahkan segalanya. Mungkin itu yang tepat untuk menggambarkan kesaksian yang M Nazaruddin sampaikan dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek PLTS Kemenakertrans dengan terdakwa Neneng Sri Wahyuni, istrinya.

Salah satu pembelaannya adalah bantahan Nazar terhadap dakwaan jaksa tentang peran istrinya. Dia menegaskan bahwa Neneng Sri Wahyuni bukan direktur keuangan di PT Anugrah Nusantara.

"Sama sekali istri saya tidak ada dalam struktur. Istri saya hanya bantu-bantu karena perusahaan baru pindah," tegas Nazar di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Dia juga meluruskan keterangan saksi lainnya, Ivan, yang menyebut Neneng atasan di perusahaannya. Di dalam kesaksiannya Ivan juga menyebut dirinya pernah diwawancarai Neneng saat mendapat panggilan kerja di PT Anugrah.

"Setelah diseleksi William (HRD Anugrah), istri saya yang memilih mana yang cocok di bagian keuangan. Dia yang mengecek karena dia lulusan S1 Akuntansi. Neneng juga membantu melakukan pengecekan keuangan perusahaan, tapi bukan (membuat) kebijakan," ujarnya.

Selain itu mantan anggota DPR ini membantah istrinya memberikan arahan ke Mindo Rosalina Manulang untuk mengatur proyek PLTS yang tendernya dimenangkan PT Alfindo Nuratama Perkasa. Neneng sama sekali tidak pernah berurusan dengan panitia tender proyek.

"Tidak mungkin (mengarahkan), istri saya tidak ada urusannya. Orang mau mengatur proyek harus kenal panitia tender, pemenang tender. Apa ada istri saya kenal?" ungkapnya.

Nazar juga meminta agar proses hukum atas pelanggaran di proyek PLTS dibebankan ke dirinya, bukan kepada Neneng. "Kalau memang Anugrah terlibat saya dan mas Anas. Jangan istri saya dibawa-bawa, istri saya ibu rumah tangga," kata dia.

"Istri saya nggak berani ambil duit dari kantong saya. Saya cari istri Pak bukan cuma perempuan, dia istri yang saleh," bela Nazar disambut riuh pengunjung sidang.

6. Ayin Suka Dandan Tapi Tak Pede

Terpidana kasus suap jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani alias Ayin, selalu berdandan segar nan eye catching saat ditahan di Rutan Pondok Bambu. Namun Ayin selalu menutupi wajahnya dari sorotan kamera.

Pantauan detikcom saat mengikuti sidak Dirjen Pemasyarakatan Depkum HAM Untung Sugiyono di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (11/1/2009), Ayin selalu tampak menutupi wajahnya dari sorotan kamera media massa.

Mengenakan kemeja warna biru dan celana jeans, Ayin tampil dengan rambut bercat cokelat gelap tergerai di bawah bahu. Saat itu Untung Sugiyono mengumpulkan para napi yang sel dan ruangannya pada Minggu malam diinspeksi mendadak oleh Satgas Antimafia Hukum.

Ayin datang tergopoh-gopoh menuju bangku panjang yang disiapkan di lapangan Rutan Pondok Bambu, sambil memegang gelas kaca bertelinga berisi susu. Ayin menutupi mukanya.

"Bu Ayin, Bu Ayin!" sapa para wartawan sambil menyorotkan kamera padanya(11/1/2009).

"Nggak mau, nggak mau, apa sih, apa sih," elak Ayin.

Saat ditanya pun Ayin selalu menutup muka dengan kedua tangannya. Namun sesekali mukanya terlihat saat dia mengusap wajahnya, termasuk ketika terpidana 5 tahun itu melelehkan air mata ketika ditanya wartawan apakah dirinya membayar untuk bisa menghadirkan semua fasilitas mewah itu di penjara. Tak ada sepatah kata pun yang dilontarkannya.

Ketika mengikuti 'jumpa pers' bersama 4 napi lainnya di bangku panjang di lapangan, Ayin juga memilih menyembunyikan wajahnya di balik punggung napi sebelahnya, Ines Wulandari.

Selama ini Ayin memang selalu tampil segar dengan dandanan wajah nan modis. Tak ayal, meski menjadi pesakitan, dia tetap merawat kecantikannya. Dia menyimpan alat-alat kosmetik di meja rias dan kamar mandi di sel 3 x 6 meter di Blok Anggrek 1 A.

Saat disidak di Rutan oleh Satgas Antimafia, Ayin kedapatan sedang menjalani perawatan kulit di kamarnya yang nyaman itu. Namun hari itu Ayin tampaknya kurang pede menunjukkan wajah terawatnya.

Saat ini, Ayin telah menghirup udara bebas. Dia kembali serius menekuni binisnya.
Halaman 2 dari 7
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads