Puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Tolangohula, Gorontalo sore tadi. Akibat terjangan angin itu, ratusan rumah mengalami kerusakan. Tiga desa yang diterjang adalah desa Margomulya, Makmur Abadi, dan Gandasari.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tak kurang dari 147 rumah rusak dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.
"Sebelumnya kondisi awan gelap lalu terjadi puting beliung, dan kemudian hujan," ujar Sutopo dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Kamis (21/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutopo juga mengatakan BPBD Gorontalo bersama TNI, Polri, SKPD terkait dan masyarakat bersama melakukan penanganan di lokasi kejadian. Pendataan masih dilakukan. Sejumlah pohon tumbang di jalan juga sudah dibersihkan.
"Masyarakat diimbau untuk waspada terkait dengan mulai berakhirnya musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Puting beliung umumnya paling banyak terjadi pada musim transisi yaitu dari penghujan ke kemarau dan sebaliknya," tuturnya.
Pada tahun 2012 bencana puting beliung merupakan bencana yang paling banyak terjadi di Indonesia yaitu sekitar 31 persen dari total bencana sekitar 1.831 kejadian bencana. Sistem peringatan dini puting beliung hingga saat ini belum tersedia karena bersifat mendadak, hanya terjadi dalam waktu kurang lebih selama 10 menit dan daerah terdampak kurang dari 2 km persegi.
"Masyarakat diimbau waspada jika terdapat awan yang gelap maka berpotensi terjadi puting beliung, meskipun tidak semua awan gelap menghasilkan puting beliung," pungkas sutopo.
(rmd/tfq)











































