Diperkirakan Flu Burung Meluas ke Kendal dan Brebes
Rabu, 06 Okt 2004 17:09 WIB
Jakarta - Flu burung masih mewabah. Di Jateng, ternyata tak hanya Grobogan saja yang terserang flu burung (avian influenza). Diperkirakan, Kendal dan Brebes juga terjangkit."Pekan ini kami mengirimkan sampel bangkai ayam yang mati dari peternakan diKabupaten Kendal dan Kabupaten Brebes untuk diperiksa Balai Penelitian Veteriner," kata Kepala Dinas Peternakan Jateng Sugiyono Pranoto, kepada wartawan di kantornya, Ungaran Kab Semarang, Rabu (6/10/2004).Sugiyono mengaku belum bisa memastikan apakah Kendal dan Brebes juga sudah mulai diserang flu burung lagi. Pasalnya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian tersebut. Yang pasti, kata dia, kasus kematian ayam di Grobogan itu akhir September lalu memang flu burung.Dikatakan Sugiyono, dari hasil monitoring Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan tertanggal 15 September 2004, diketahui bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan yang terparah terkena wabah flu burung karena sebanyak 8.178.493 unggas mati di 27 kabupaten.Provinsi Lampung menempati ranking kedua terparah dengan korban ayam sebanyak 2.372.157 ekor, disusul Jawa Timur sebanyak 2.260163 ekor, Jawa Barat 1.623.859 ekor, dan Bali 930.029 ekor. Provinsi lainnya adalah Kalteng, Kalsel, Kalbar, Sumsel, Sumbar, Bengkulu, NTB, Kepulauan BangkaBelitung, Banten, DIY, dan DKI Jakarta."Jumlah total unggas di Indonesia yang mati karena flu burung pada periode itu adalah 16.237.635 ekor yang melanda 104 kabupaten/kota di 16 provinsi.Kala itu jumlah populasi unggas di 16 provinsi saat tertular flu burungsebanyak 179.987.406 ekor, yang berarti sekitar 9,02 persen populasi habisdiserang flu burung," paparnya.Lebih lanjut, Sugiyono mengatakan sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi flu burung itu. Termasuk obat kepada manusia yang terinfeksi fluburung. Yang baru dapat dilakukan saat ini adalah mencegah penyebaran fluburung dengan cara pemusnahan.Kalau di luar negeri pemusnahan massal itu dilakukan, maka di Indonesia baru pemusnahan selektif. "Cara pencegahan lain yang kami lakukan adalah denganring vaksinasi. Artinya memberikan vaksinasi kepada unggas-unggas di lingkaran sekitar peternakan yang terkena wabah flu burung dan sekaligus mencegah mobilisasi unggas yang telah terkena virus itu," imbuh Sugiyono.
(djo/)











































