Mobil Range Rover Milik Ketua KNPI Pekanbaru Dibakar Pria Misterius

Mobil Range Rover Milik Ketua KNPI Pekanbaru Dibakar Pria Misterius

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 21 Mar 2013 16:43 WIB
Mobil Range Rover Milik Ketua KNPI Pekanbaru Dibakar Pria Misterius
Pekanbaru -

Mobil Range Rover sport milik Ketua KNPI Pekanbaru Agung Nugroho, dibakar orang tak dikenal. Sampai saat ini Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Mobil range rover warna putih nopol B 121 AU, dibakar di halaman parkir Hotel Grand Zuri, jalan Tengku Umar, Pekanbaru.

Peristiwa pembakaran yang terjadi siang ini, terekam dari CCTV yang ada di hotel tersebut. Menurut Agung, berdasarkan rekaman CCTV pelaku pembakaran ada dua orang. Mereka masuk ke dalam parkiran hotel dengan sepeda motor Yamaha Mio.

"Tapi wajahnya tidak kurang begitu jelas. Ini karena keduanya masih menggunakan helm. Mereka merapat ke mobil saya lantas membakarnya, mungkin menyiramkan bensin," kata Agung kepada wartawan, Kamis (21/3/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat api menyulut bagian depan mobil, sempat terdengar suara ledakan. Warga sekitar juga ramai berkerumun. Tak lama kemudian dua unit damkar tiba dilokasi untuk memadamkan api. Api hanya menghanguskan bagian depan mesin tidak sampai membakar keseluruhan.

"Awalnya mobil saya parkir di bagian atas depan pintu masuk hotel. Lantas tak lama pihak hotel meminta kunci, untuk memindahkan ke bawah. Sayapun menuju ruangan seminar. Tapi baru saja sampai ruangan, saya terima kabar mobil saya dibakar," kata Agung.

Menurut Agung, dua pelaku pembakaran mobilnya itu diduga hanya eksekutor saja. Diduga kuat ada dalang dibalik peristiwa tersebut.

"Saya yakin ada dalang dibalik pembakaran tersebut. Dua pelaku pembakaran itu hanya orang suruhan," kata Agung.

Agung juga meminta pihak hotel untuk bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. "Masa baru parkir sebentar mobil saya sudah dibakar orang. Dan pembakaran itu justru terjadi di depan pos satpam," kata Agung.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita masih melakukan penyelidikan," kata Arief.

(cha/rvk)


Berita Terkait