"Ada sakit hati sebagai rekan bisnis komputer. Menurut keterangan tersangka, korban pelit hingga terjadi pembunuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Apalagi, sejak Desember 2012 lalu, bisnis TD mengalami penurunan. Bahkan tokonya tutup. Sejak itu pun dia menjual sisa barang di tokonya kepada Imam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, TD pada awal Maret bertemu IW alias AS di sebuah tempat biliard. TD mengutarakan keinginannya itu, hingga kemudian pada Sabtu (16/3) dilakukan rencana menjebak korban.
"Korban dihabisi di dalam mobil," jelas Toni.
Kemudian setelah menghabisi korban, tersangka membawa mobil dan jasadnya ditinggal di terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
"Tersangka kemudian ke Mangga Dua dan mengambil uang ATM sebanyak Rp 10 juta. Kemudian membeli perhiasan emas Rp 40 juta dengan kartu kredit korban," tuturnya.
Hingga kemudian, akhirnya tersangka pulang ke rumahnya dan membawa istrinya yang sedang hamil ke Kuningan, Jabar untuk melarikan diri.
Tersangka TD ditangkap di Kuningan, sedang IW ditangkap di Pondok Kopi pada Selasa (19/3). Kaki tersangka IW juga ditembak petugas. Seorang tersangka lagi AQ ditangkap karena menjadi penadah barang curian.
(ndu/ndr)











































