Salah satunya di SPBU Bandarharjo, beberapa supir truk terpaksa menunggu sejak dini hari tadi karena belum mendapatkan solar. Seorang sopir truk trailer, Ragil Ariyanto (40) mengatakan ia bahan bakar kendaraannya sudah sangat sedikit dan memilih untuk menunggu di SPBU hingga ia mendapatkan solar.
"Mau cari di SPBU lainnya di sekitar sini tapi informasi dari teman kondisinya sama saja, habis," kata Ragil di SPBU Bandarharjo Semarang, Kamis (21/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal saya harus ke luar kota antar barang," tandas Ragil.
Menanggapi habisnya pasokan solar di kawasan Arteri Yos Sudarso, External Relation Pertamina Pemasaran Jateng & DIY, Heppy Wulansari mengatakan kuota Solar Subsidi tahun 2013 wilayah Jateng dan DIY lebih rendah empat persen dari tahun sebelumnya.
"Telah ditetapkan oleh BPH Migas sebesar 1.878.843 Kilo liter, sedangkan tahun 2012 sebesar 1.947.822 kilo liter," pungkas Heppy.
Oleh sebab itu saat ini pihaknya terpaksa memperketat penyaluran solar ke SPBU. Biasanya solar dikirim sesuai omset rata-rata harian namun sekarang Pertamina harus menjatah sesuai kuota.
โLangkah ini tidak mudah bagi Pertamina, namun jika tidak dilakukan maka Solar Subsidi tidak akan cukup sampai akhir tahun," tegasnya.
Ia menambahkan agar ketersediaan solar terjaga, pertamina telah menambah ketersediaan solar non subsidi ataupun pertamina Dex di semua Kabupaten/Kota. "Dalam waktu dekat, Pertamina juga akan menyediakan Solar Non Subsidi dalam bentuk kemasan jerigen agar masyarakat semakin mudah mendapatkan produk tersebut," tutup Heppy.
(/)











































