Dalam aksinya, para demonstran membawa spanduk dan poster bernada protes terhadap bakal pasangan calon gubernur Jateng yang telah mendaftar di KPU. Mereka berjalan dari bundaran bekas videotron di Jl Pahlawan menuju gedung gubernur yang berada tidak terlalu jauh.
Mereka kemudian berorasi dan melakukan teatrikal. Dalam aksi tersebut tiga orang membawa poster bergambar kucing, ikan, keris, dan benda lainnya untuk mewakili calon gubernur yang belum mereka kenal baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi teatrikal dilanjutkan oleh tiga orang laki-laki berpakaian petani dan mata yang ditutup oleh kain putih. Merek dipaksa memilih salah satu poster dengan iming-iming uang, namun mereka menolak dan memilih untuk golput.
"Golput sepertinya menjadi pilihan paling tepat jika tim sukses atau KPU tidak segera melakukan aksi nyata untuk menunjukkan pasangan yang maju itu layak," tandasnya.
Asmuni menambahkan, selama ini belum ada janji-janji dari bapaslon yang merangkul elemen pemuda atau mahasiswa. Menurutnya saat ini masyarakat terkena dampak dari keputusan elit politik yang menjadi simbol-simbol demokrasi.
"Kami berharap suara kami mampu didengar supaya pilgub tidak hanya menjadi milik elit politik. Kalau ini tidak direspon, golput ini pilihan terbaik," tandasnya.
Unjuk rasa diakhiri dengan pemasangan semua spanduk dan poster di pagar gedung gubernur Jateng. Mereka kemudian meninggalkan lokasi sambil terus berorasi.
(alg/nal)











































