Aksi kampanye hitam itu berupa pembagian uang dan selebaran yang menyatakan bahwa satu-satunya kontestan wanita dalam Pilgub Jabar adalah anak seorang komunis. Meski tidak ada nama yang disebut dalam selebaran tersebut, namun jelas bahwa Rieke adalah satu-satunya wanita dalam Pilgub Jabar.
"Saya juga heran kenapa sampai begitunya melakukan hal seperti demikian," ujar Rieke usai menjalani sidang di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kan kita mau ajukan ada 1500 yang mau jadi saksi, membludak. Hakim bilang yang memungkinkan 20, kita turunkan jadi 500, bisa semua atau tidak terserah hakim," ujarnya.
Pada sidang pemeriksaan saksi sebelumnya (19/3), pihak Rieke-Teten telah menghadirkan 5 dari 20 saksi yang dianjurkan oleh hakim.
Kuasa hukum Rieke-Teten, Arteria Dahlanm mengungkapkan, pihak termohon (pasangan Aher-Deddy) sudah kehilangan akal. Menurutnya dalam persidangan, mereka tidak bisa menjawab dalil-dalil yang telah dikeluarkan pihaknya.
"Mereka tidak bisa menjawab dalil kami, dari saksi kami semua sudah memberikan fakta hukum," katanya.
Selain itu baik saksi maupun kliennya (Rieke) sering mendapat teror-teror melalui sms.
"Kami ini tidak merekayasa saksi tapi kenapa ada pihak-pihak yang sangat ketakutan," kata Arteria.
(rii/lh)











































