"Saya tidak bisa menilai, kami sendiri tidak terlalu siap dengan isu-isu seperti itu. Kami fokuskan nanti setelah Pileg ini berhasil dapat 20 persen," ketua umum Partai Gerindra Suhardi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Menurutnya, internal Partai Gerindra sendiri tak pernah mewacanakan pencapresan Prabowo dengan Hatta Rajasa. Ia mengaku tak mengetahui bagaimana wacana itu bisa bergulir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasangan kita tentu saja pasangan terbaik, profesional, kita tidak bisa dipaksa memilih wakil terpaksa. Langkah yang paling bagus setelah Pileg, setalah kita tahu posisi Gerindra sebetulnya kayak apa," lanjut Suhardi.
Ia menuturkan, komunikasi dengan partai lain juga masih dilakukan oleh Gerindra, namun belum ada yang spesifik ingin berwacana dengan salah satu partai.
"Komunikasi dengan semua partai, tidak hanya satu partai. Tokoh-tokoh nasional perlu berbincang terus, jangan ada penghambatan atau perlambatan pembangunan, negara ini harus berjalan lancar," ucapnya.
"Kami selalu bicara dengan tokoh-tokoh lain dalam hal bagaimana mempercepat pembangunan," imbuhnya.
(bal/van)










































