"Petugas Polda Metro Jaya dan Polres Bandara Soekarno-Hatta masih memeriksa pelaku berinisial D di Polres Kuningan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (20/3/2013).
Rikwanto mengatakan, hubungan Imam dengan D adalah rekan bisnis dan dalam bisnis mereka berkaitan dengan sejumlah uang yang mereka perselisihkan. "Bisnis mereka memang ada hal yang berkaitan dengan sejumlah uang yang merupakan perselisihan di antara mereka," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rikwanto mengatakan, jenazah korban saat ditemukan di mobil Grand Vitara bernopol B 531 EV, dalam keadaan telungkup tangan diikat, mulut dilakban dan kondisinya membusuk.
"Kita temukan jeratan kawat, namun untuk tahu sebab kematian masih menunggu otopsi dokter, apakah meninggal karena penganiayaannya atau karena jeratan kawat di lehernya itu," katanya.
Rikwanto mengatakan masih mendalami lokasi pembunuhan Imam. Hal ini disebabkan Imam sudah tewas sebelum dibuang di parkiran bandara. "Lokasi pembunuhannya masih kita selidiki," katanya.
(nal/nwk)










































