"Pak Jonan (Ignatius Jonan, Dirut KAI, red) ingin ganti kereta ekonomi jadi AC. Tapi itu harus dipikirkan dulu soal subsidinya," kata Yudi di sela tinjauan lapangan romobongan Komisi V di Stasiun Jatinegara, Jaktim, Rabu (20/3/2013).
Menurutnya, Kementerian Perhubungan harus bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemprov terkait alokasi subsidi untuk tiket. "Sekarang yang harus dipikirkan, siapa yang akan memberikan subsidi. Pemprov atau Kemenhub? Harus didata juga masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi pengguna kereta," tutur Yudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya akan ada kartu subsidi khusus bagi pengguna kereta yang masuk kategori berpenghasilan rendah. "Selama itu belum disepakati, saya nggak setuju kereta ekonomi dihilangkan," ujar dia.
Sepanjang pagi ini, rombongan Komisi V DPR melakukan peninjauan fasilitas KRL ekonomi rute Jabodetabek. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi V, Laurens Bahang Dama, beranggotakan antara lain Yudi Widiana Aida (PKS), Hetifah Siswanda (Golkar), Hana Gayatri (PAN), Sujadi (PDIP) dan Rustanto Wahid (Demokrat).
Rombongan yang didampingi pejabat PT KAI mulanya naik KRL ekonomi dari Stasiun Tanah Abang-Manggarai, kemudian dilanjutkan menggunakan kereta AC ke Stasiun Jatinegara, dan beralih kembali ke KRL ekonomi untuk tujuan terakhir rombongan yakni Stasiun Senen.
(fdn/lh)










































