Usai mengantar Dara ke liang peristirahatan terakhir di pemakaman dekat Musala Darussalam Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Herman menceritakan sekelumit perjuangannya menyelamatkan nyawa Dara. Menurut dia, selama satu bulan dirawat di RSCM, Dara sempat membaik.
"Awalnya dokter di RSCM mengatakan darah harus diganti katanya terkena infeksi, diganti dengan golongan AB positif," ujar Herman di lokasi pemakaman, Rabu (20/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya ada yang mau nyumbang. Ada tiga orang, tapi yang kepake cuman satu orang. Waktu itu diperlukan 350 cc, akhirnya kepake," jelas Herman yang selalu menemani Dara di rumah sakit ini.
Setelah diberi darah baru, kondisi Dara sempat membaik. Bayi kembaran Dera Nur Anggraeini ini bergerak dan menangis. "Tapi akhirnya seminggu setelah itu meninggal dunia. Dirawat satu bulan di RSCM, di (RSUD) Tarakan tiga hari," ungkapnya.
Dara meninggal pagi tadi sekitar pukul 06.20 WIB. Dara menyusul kembarannya Dera yang meninggal pada 16 Februari 2013 setelah kesulitan mendapatkan perawatan di RS akibat keterbatasan fasilitas. Mereka lahir prematur 11 Februari secara caesar.
(mad/nrl)











































