1. Penculikan Jefri Adriansyah
|
dok detikcom
|
Isi SMA ancaman tersebut berisi 'kalau pingin anak anda kembali siapin uang Rp 35.000.000,- ditunggu di terminal Serpong. Nanti malam jangan harap bisa ketemu lagi sama Adrian".
Setelah satu pekan lebih tidak ditemukan, korban akhirnya ditemukan pada 7 Juni 2010. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah lahan kosong di Perumahan Alfa Indah, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Saat ditemukan, di jenazah Jefri terdapat dua bekas luka dari benda tumpul di kepala dan dada siswa kelas 2 SD tersebut.
Polisi meringkus dua orang pelaku penculikan bocah berusia 9 tahun ini. Mereka adalah Idris (27) dan Umar Sangsang (25). Idris yang merupakan penggali kubur ditangkap di dekat rumah Jefri. Keluarga sendiri mengal Idris. Sedangkan Umar merupakan tukang andong yang ditangkap di Pandeglang, Banten.
Idris dikenal cukup dekat dengan bocah 9 tahun itu. Bahkan pelaku kerap bercanda dengan bocah kelas 2 SD itu. "Idris suka becandain Jefri," ujar paman Jefri, Yasin saat dihubungi detikcom, Rabu (9/6/2010).
Sehari-hari pelaku biasa bertegur sapa dengan keluarga Jefri. Karena itu keluarga mengaku heran mengapa pelaku tega menghabisi nyawa Jefri. Pelaku lainnya, Umar juga dekat dengan keluarga Jefri. Keduanya sering berada di sekitar rumah Jefri.
Bahkan Umar (25) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang andong suka main ke rumah Jefri. "Suka ke rumah ngobrol sama bapaknya Jefri," ujar Yasin.
2. Penculikan Viktor Rizki Wibowo
|
Imran Firasat Sulaeman (kanan) yang membunuh Viktor & Linna Serrachman (tundratabloid.com)
|
Selvi baru mengetahui bahwa suaminya diculik saat ayah korban, Darmapana Wibowo mendapatkan pesan singkat dari orang yang tidak dikenal pada 14 Juni 2010. SMS itu bernada mengancam dan meminta tebusan.
"KALAU MAU ANAK ANDA PULANG DENGAN SELAMAT SEDIAKAN RP 300 JUTA DAN CEPAT BERI KAMI KEPUTUSAN. APAKAH ANAK ANDA HARUS HIDUP ATAU MATI" isi pesan itu.
Pada 16 Juni 2010, Darmapana kembali mendapatkan pesan singkat yang serupa dari nomor yang berbeda dari sebelumnya. Selvi lalu melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Keluarga korban sendiri baru mengirimkan uang sebesar Rp 50 juta setelah itu.
Setelah 15 hari diculik, Viktor ditemukan tak tak bernyawa dengan kondisi termutilasi. Kedua kaki korban dari paha hingga telapak, terpotong. Keluarga sendiri mengetahui jasad itu sebagai Viktor dari tato naga yang terdapat di punggung korban. Jenazahnya ditemukan di pinggir tol Kawarang, Jawa Barat pada Jumat (26/6/2010). Sepatu yang dipakai korban dikirim ke rumahnya di Kota Baru, Tangerang.
Pelaku penuclikan dan mutilasi Viktor akhirnya bisa ditangkap di Spanyol, yakni Imran Firasat Sulaeman. Warga negara Pakistan ini diamankan oleh kepolisian Spanyol. Imran ditangkap di stasiun subway di Madrid.
Kepolisian sebelumnya telah menangkap 2 pelaku yang diduga membantu membunuh Viktor yakni istri Imron, Linna Serrachman, di Cikupa Tangerang, dan perempuan bernama Triana, kekasih Viktor di Yogyakarta.
Dari keterangan dua tersangka itu, pelaku yang menghabisi nyawa Viktor adalah Imran. Selama 2 perempuan itu diamankan oleh Kepolisian, Linna selalu dibiarkan berkomunikasi dengan Imran untuk mengetahui keberadaan Imran. Imran akhirnya diketahui melarikan diri ke Spanyol.
Aparat Jatanras Polda Metro lalu menelusuri jejak Imran hingga ke Spanyol. Namun, penelusuran gagal dan anggota polisi kembali ke Jakarta. Polisi akhirnya mendapat informasi dari Interpol bahwa Imran telah ditangkap oleh Kepolisian Spanyol.
Namun sayang, Imran gagal diekstradisi. Dia malah berdalih mencari suaka karena selalu terancam kebebasan beragamanya di Indonesia. Terakhir, dia malah menjadi produser film yang berkolaborasi dengan pendeta rasis AS Terry Jones.
3. Kasus Penculikan Bocah Selo
|
Foto Selo Nababan yang ditunjukkan ibunya (dok detikcom)
|
Saat ditemukan kondisi mayatnya sudah mulai membusuk dan ada bekas penganiayaan di bagian wajah dan badan. Saat itu keluarga sempat medapatkan SMS untuk disediakan Rp 2 miliar jika anaknya ingin selamat.
Pada 22 Februari 2013 Polisi mentetapkan Santi Magdalena br Manurung (39) dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap bocah Selo Nababan. Santi mengaku tidak berencana membunuh dan melakukan semua aksinya untuk uang.
Santi mengaku dia melakukan penculikan itu atas inisiatif sendiri. Selo Nababan datang sendiri ke rumahnya pada Minggu (17/2/2013) sore. Anak-anak tetangga memang sering datang ke rumahnya yang berada di Dusun VII, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Dipicu sakit hati dan dendam kepada orang tua korban, Selo kemudian diikat. Mulutnya diplester, sementara kaki dan tangan diikat dengan tali rafia. Lalu disembunyikan di dalam rumah. Dia kemudian mengirim SMS meminta tebusan dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Selama masa penculikan, korban tidak diberi makan. Dia mengaku baru tahu korbannya meninggal pada Selasa (19/2/2013).
Mengetahui korbannya meninggal, Santi kemudian memasukkan mayat Selo ke dalam goni. Lalu dibuang di belakang rumahnya. Mayat itu ditemukan polisi dengan bantuan anjing pelacak pada Selasa malam sekitar pukul 21.45 WIB.
4. Penculikan Imam Assyafei
|
(Foto: Asep/detikcom)
|
Seorang pegawai Imam kemudian mendapatkan telepon dari majikannya sekitar pukul 10.30 WIB. Saat diangkat suara Imam tidak jelas. Seperti ada suara lakban dan Imam meminta tolong. Terdengar ada beberapa orang yang sedang membentak-bentak Imam. Pegawai ini kemudian merekam pembicaraan telepon ini, panjang rekaman ini sekitar 25 menit. Selain itu para penculik juga meminta nomor pin dari Imam. Keluarga kemuian melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Keluarga kemudian melakukan pemblokiran ATM milik Imam. Dari pemblokiran itu diketahui kalau telah terjadi penarikan Rp 2,5 juta sebanyak empat kali. Pengambilan ini dilakukan di sekitar kawasan Mangga Dua. Penggunaan ATM kedua terjadi saat pembelian perhiasan senilai Rp 40 juta.
Jenazah Imam kemudian ditemukan di mobil Grand Vitara bernopol B 531 EV yang diparkir di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (19/3) pukul 01.00 WIB. Jenazah Imam sudah membusuk dan ditemukan dalam kondisi tangan, kaki dan badan terikat.
Polisi sudah menetapkan satu orang tersangka terkait kasus tersebut. Polisi menduga kasus penculikan disertai pembunuhan ini disebabkan masalah bisnis.
Halaman 2 dari 5











































