"Bahwa pagi ini 20 Maret 2013 pukul 07.57 WIT, terdengar suara dentuman kuat yang bersumber dari Gunung Lokon yang terdengar hingga 6 km dari Gunung Lokon," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Rabu (20/3/2013).
Sutopo mengatakan, selain dentuman tersebut, kolom abu letusan juga mencapai ketinggian 2.000 meter berwarna kelabu dan tertiup angin ke arah selatan. Peringatan dini telah dikoordinasikan dengan Pemprov Sulut serta Pemkot Tomohon.
Aktivitas Gunung Lokon terbilang cukup intensif. Paling terakhir, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menyatakan pada 3 Februari 2013 lalu, status Gunung Lokon siaga dan berpotensi menimbulkan erupsi. Pemerintah telah mengimbau warga di sekitar gunung untuk waspada.
Menurut Surono, bila aktivitas kegempaan berlangsung terus menerus, maka dapat berpotensi terjadi erupsi. Dia pun merekomendasikan agar warga dalam radius 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan tak beraktivitas.
Sejak ditetapkan Awas pada 10 Juli (letusan pertama 14 Juli, dan turun Siaga 24 Juli 2011) hingga kini Gunung ini sering meletus dan belum stabil.
(rmd/nrl)











































