Ayah 3 anak ini menawarkan rusun bagi warga yang menghuni bagunan liar. Warga kumuh ini juga diberi fasilitas istimewa seperti sekolah, tempat berdagang dan bekerja serta diberi hadiah-hadiah menarik mulai dari TV, kulkas hingga tempat tidur.
Eks Bupati Belitung Timur ini menargetkan membangun 2.000 unit rusun di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Warga Teluk Gong Digusur Tapi...
|
|
"Kita harus bangun rumah susun agar warga seperti di Teluk Gong bisa dipindahkan. Konsep Pak Gubernur itu menggusur pembangunan liar, tapi tidak mengusir orangnya," kata Basuki kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (19/3/2013).
Dia mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan penggusuran terhadap pemukiman liar di Teluk Gong. "Sementara kami biarkan dulu mereka di sana. Antre ya, kita lagi hitung berapa keperluan untuk bangun rumah susun," sebutnya.
Karena itu, percepatan pembangunan rusun, sebut Ahok harus dilakukan. "Kalau kita usir sekarang, mau tinggal di mana?" ujarnya.
Pemprov DKI akan mendata tanah areal perumahan dan sekolah yang dapat disatukan menjadi rusun. "Pak Gubernur perintahkan mau kejar seribu rusun. Kita mau kejar secepatnya," kata Ahok.
2. Bangun Giant Sea untuk Nelayan
|
|
"Kita kan ada nelayan juga. Jadi kita bikin pulau, nelayan diuntungkan juga," ujar Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (5/3/2013).
Dengan dibangunnya pulau buatan, nelayan akan bergerak ke pulau tersebut untuk dapat terus melaut. Jika nelayan tinggal di pulau tersebut maka harus sudah disiapkan tempat tinggal. Ahok berharap investor bisa membantu lewat program CSR-nya.
Lalu kapan pembangunan itu dimulai?
"Ngeruk pulau aja bisa tiga tahun. Tapi bagaimana mereka (investor) mau bantu kami dengan CSR-nya apa? Karena kita kasih pulau keuntungannya bagaimana? Anda mau nggak? Bagi CSR dari keuntungan Anda sekitar 10 persen kira-kira keuntungan Anda untuk bantu kami bangun rumah susun. Seperti Ancol mau bangun opera house, stadion internasional, nah seperti itu CSR yang kita harapkan," jelasnya.
Pembangunan giant sea wall ini merupakan upaya Pemprov DKI untuk mereklamasi pantai utara Jakarta. Di atas pulau-pulau itu rencananya akan dibangun kawasan wisata. Masing-masing pulau ini nantinya terhubung satu sama lain. Ahok bercita-cita lokasi ini nantinya akan menjadi seperti Manhattan.
3. Warga Pluit 'Transmigrasi' ke Rusun Pitung
|
|
Pantauan detikcom, Ahok dan pengungsi serta wartawan tiba di rusun Marunda pukul 15.00 WIB dengan menggunakan 2 bus besar. Sesampai di rusun, Ahok mengajak pengungsi menempati rusun.
"Jadi Bapak-Ibu sewa sini lengkap dengan TV, ranjang, kulkas," ujar Ahok dengan pengeras suara di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Senin (21/1/2013).
Ahok kemudian naik di lantai 2 melihat contoh unit rusun. Unit rusun ini seluas 5 X 6 m ini dilengkapi berbagai fasilitas.
Pengungsi bisa menikmati fasilitas 2 kamar tidur dengan TV 19 inch dan kulkas. Juga ada dapur dan toilet yang bersih.
"Kalau yang tidak mau silakan tolak," tegas Ahok.
Ahok sendiri tidak memaksa pengungsi di bantaran waduk Pluit tinggal di rusun Marunda. Yang jelas Ahok tidak akan membiarkan pemukiman ilegal di waduk Pluit.
"Ini pilihan terbaik bagi warga yang sudah kehilangan segalanya (akibat banjir). Yang belum dapat KTP bisa kita urus, yang mau usaha kita sediakan fasilitas," ujar Ahok.
Saat ini ada 15.000 jiwa di bentaran waduk Pluit yang akan dipindahkan. Rusun Marunda, Pulogebang dan Pegadungan disiapkan untuk menampung korban banjir Jakarta.
4. Sewa Rusun Muara Angke Murah
|
|
"Solusinya akan dibangunkan rumah, kemungkinan rumah susun. Tahun depan akan dibangunnya. Sewa dengan harga sangat murah dan terjangkau. Tanpa batas waktu," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Ahok mengatakan hak tinggal warga Muara Angke korban gusuran akan dijamin oleh Gubernur DKI. Namun, rusun itu tak boleh diperjualbelikan.
"Karena ada sanksinya," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.
Sementara rusun itu dibangun, warga yang rumahnya digusur akan ditempatkan di Rusun Buddha Tzu Chi, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. 147 KK yang menjadi korban gusuran bisa tinggal sementara di rusun itu dengan gratis.
"Di rusun di Buddha Tzu Chi ada 200 kamar yang kosong. Akan dicek oleh wagub dan akan ditelepon pengelola RS Muara Angke, jadi mereka tidak akan diundi. Mereka prioritas utama," tutur Ahok.
Sebelumnya, sejumlah warga Kampung Baru, Muara Angke, protes penggusuran yang dilakukan Dinas Perikanan karena lahan milik pemerintah yang mereka tempati akan disulap menjadi tempat pelelangan ikan. Warga mendapatkan Rp 750 ribu untuk kompensasi pembongkaran hunian mereka.
Halaman 2 dari 5











































