Kabar pertama mengenai adanya korban tewas dan tersesat beredar melalui pesan di BlackBerry Messenger (BBM), SMS, Twitter, radio komunikasi HT di kalangan komunitas relawan Merapi. Pesan singkat itu menyebar sejak hari Selasa (19/3/2013) sore.
Informasi atau pesan yang beredar intinya berbunyi ada rombongan siswa SMA atau SMK 5 Semarang yang tersesat dan mengalami luka akibat terjatuh saat mendaki Merapi. Salah satu siswa dikatakan meninggal dunia dan satu lagi mengalami kritis. Seorang survivor bernama Anisa Wulandari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan mengenai lokasi pendakian dikatakan melalui Pos Selo, Boyolali. Namun ada informasi lain menyebutkan melalui Jrakah dan Jurangjero, Srumbung Kabupaten Magelang.
Begitu ada kabar tersebut, semua relewan komunitas di Merapi bergerak sore itu untuk melakukan pencarian. Beberapa tim advance bahkan ada yang sudah sampai di wilayah Jurangjero dan Kaliurang melalui Srumbung. Tim advance menuju lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Sementara itu, beberapa tim lainnya seperti dari SAR Magelang, PMI Magelang, kepolisian, TNI, SAR DIY, BPBD Magelang dan berbagai relewan berkumpul untuk melakukan koordinasi di Posko PMI di Muntilan. Mereka ingin memastikan kebenaran dan melakukan crosscheck informasi tersebut.
Selain itu juga mengecek mengenai identitas korban/siswa yang bersekolah di Semarang melalui beberapa jaringan komunitas. Namun hingga pukul 18.00 informasi itu tidak jelas dan diragukan. Beberapa orang tim advance akhirnya juga memutuskan turun kembali ke posko meski sudah ada yang mendekati kawasan puncak.
"Informasi dari teman-teman yang mengikuti koordinasi di Muntilan akhirnya memutuskan ditunda karena tidak jelas informasi atau sumbernya," kata Komandan SAR DIY, Ferry Ardianto, Rabu (20/3/2013).
Sebelum membuka operasi SAR lanjut Ferry, sesuai Standar Operating Procedure (SOP) tim SAR akan mengecek ulang dan memastikan kebenaran informasi tersebut baik mengenai survivor (korban), titik lokasi dan pemberi informasi awal.
"Tim advance yang di TKP setelah berkoordinasi dengan kepolisian dan SAR Magelang kemarin memutuskan untuk sementara tidak digelar operasi pencarian sampai info valid A1. Tujuh orang personel kami juga sudah kami tarik dan sampai hari ini belum ada informasi lanjutan mengenai siswa yang hilang di Merapi," kata Sipey panggilan akrabnya.
(/)











































